KAPUAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas meningkatkan pengawasan keamanan pangan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, dengan menyoroti potensi peredaran bahan makanan yang mengandung zat berbahaya seperti boraks di pasar tradisional.
Langkah ini dilakukan melalui inspeksi langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Dodo bersama tim lintas instansi di Pasar Blok R dan sejumlah gudang distribusi di Kuala Kapuas, Selasa (17/03/2026), guna memastikan bahan pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.
“Beberapa produk seperti kerupuk tertentu diketahui mengandung boraks yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan,” kata Dodo, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (17/03/2026).
Dalam pengawasan tersebut, tim memeriksa kondisi fisik produk, masa kedaluwarsa, hingga indikasi penggunaan bahan berbahaya pada makanan yang dijual maupun disimpan di gudang distribusi. Kegiatan ini dilakukan untuk menjamin mutu dan kelayakan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat selama Ramadan.
Dodo menegaskan bahwa penggunaan bahan berbahaya pada makanan tidak hanya melanggar ketentuan, tetapi juga berisiko serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama organ vital seperti ginjal.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih produk pangan serta menghindari makanan yang dicurigai mengandung zat berbahaya.
“Kami berharap ke depan masyarakat semakin peduli terhadap keamanan pangan dan tidak lagi membeli produk yang menggunakan bahan berbahaya. Kesadaran konsumen sangat penting untuk menjaga kesehatan kita bersama,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kapuas Agus Waluyo, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sekretariat Daerah (Setda) Kapuas Marlina, serta melibatkan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Kapuas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kapuas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas.
Pemkab Kapuas menegaskan bahwa pengawasan pangan akan terus diperkuat selama Ramadan hingga Idulfitri untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan aman, sehat, dan nyaman, sekaligus mendorong kesadaran kolektif dalam menjaga keamanan pangan di lingkungan masing-masing. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan