SAMARINDA – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gedung baru Pandurata Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) di Samarinda, Senin (09/02/2026). Sidak dilakukan untuk menilai kesiapan gedung sebelum difungsikan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Peninjauan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, didampingi Wakil Ketua Andi Satya Adi Saputra serta anggota Komisi IV, Syahariah Mas’ud. Rombongan meninjau sejumlah ruangan dan infrastruktur gedung yang dibangun dengan nilai anggaran sekitar Rp380 miliar.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, menyatakan secara umum pembangunan gedung baru sudah mendekati tahap akhir. Ia berharap gedung Pandurata dapat mulai digunakan pada pertengahan tahun ini, khususnya untuk memindahkan layanan rawat inap dari gedung lama yang kerap terdampak banjir.
“Setelah kami monitor, mudah-mudahan pada bulan Juni gedung ini sudah bisa ditempati. Rencananya, ruang rawat inap dari gedung lama yang sering terkena banjir akan dipindahkan ke sini, dengan kapasitas sekitar 540 tempat tidur,” ujar Baba.
Meski demikian, Komisi IV menemukan sejumlah catatan yang perlu segera ditindaklanjuti sebelum gedung dioperasikan. Salah satu perhatian utama adalah keterbatasan peralatan medis yang memenuhi standar kesehatan, karena tidak semua peralatan medis dari gedung lama dapat digunakan kembali.
Baba mengungkapkan, berdasarkan penjelasan manajemen RSUD AWS, masih terdapat kekurangan pengadaan alat kesehatan senilai sekitar Rp200 miliar. Kekurangan tersebut perlu segera dicari solusinya agar pelayanan rumah sakit dapat berjalan optimal.
“Kami juga mendapatkan informasi adanya kekurangan biaya untuk memenuhi kebutuhan peralatan medis. Nilainya sekitar Rp200 miliar sesuai dengan perencanaan awal, sebagaimana disampaikan direktur RSUD AWS,” jelas Baba.
Selain persoalan anggaran, Komisi IV juga menyoroti aspek keamanan dan kenyamanan bangunan. Salah satu temuan teknis adalah lebar pintu di beberapa ruangan yang dinilai belum ideal untuk mobilitas tempat tidur pasien.
“Ada sedikit perbaikan yang kami minta, terutama lebar pintu. Awalnya hanya 120 sentimeter, kami minta diubah menjadi 160 sentimeter agar manuver tempat tidur pasien bisa lebih lancar,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Balikpapan ini.
Terkait pengadaan peralatan medis, pihak DPRD mendapat penjelasan bahwa proses lelang direncanakan berlangsung tahun ini dengan nilai anggaran sekitar Rp150 miliar dari total Rp200 miliar yang masuk perencanaan. Gedung Pandurata direncanakan mulai ditempati setelah seluruh proses pemeliharaan bangunan selesai.
“Peralatan akan dilelang tahun ini yang diperkirakan Rp200 miliar dalam perencanaannya, tapi baru ada dianggarkan Rp150 miliar dan akan ditempati setelah masa pemeliharaan selesai,” tutup politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan