Sinkronisasi Data Perkuat Ketepatan Sasaran MBG

KAPUAS – Pemerintah terus memperketat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan sinkronisasi data penerima manfaat yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, Kamis (26/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kapuas Rayyana Aurora Nur Asysyifa, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Harini Irawati, Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Kapuas Timur Masmia, serta para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dalam arahannya, Rayyana menegaskan bahwa pembaruan data merupakan fondasi utama keberhasilan program. “Kami ingin memastikan seluruh sasaran, baik peserta didik maupun kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, benar-benar terdata dan terlayani secara merata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketentuan teknis distribusi makanan telah diatur secara ketat oleh Badan Gizi Nasional. “Jarak pengantaran dari dapur SPPG ke lokasi penerima tidak boleh lebih dari enam kilometer atau 30 menit perjalanan. Ini penting agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga,” katanya.

Rayyana juga mengungkapkan adanya penyesuaian kebijakan terbaru. “Saat ini satu dapur SPPG dapat melayani hingga 3.000 penerima manfaat, dan guru serta tenaga kependidikan juga sudah termasuk dalam kategori penerima,” jelasnya.

Untuk Kecamatan Kapuas Timur, tersedia tiga dapur SPPG yang disiapkan untuk menjangkau seluruh penerima manfaat. Pemerintah berharap kapasitas tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan tanpa mengurangi mutu layanan.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Kapuas Timur, Masmia, menilai program ini membawa perubahan positif di sekolah. “Kami melihat kehadiran siswa lebih stabil dan anak-anak lebih bersemangat mengikuti pelajaran,” tuturnya. Ia menambahkan, kebiasaan jajan sembarangan juga mulai berkurang sejak program berjalan.

Masmia menekankan pentingnya dukungan keluarga. “Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengedukasi anak agar menghargai makanan yang diberikan sesuai standar gizi,” katanya.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Harini Irawati, menyebut MBG sebagai langkah strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. “Program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi bagian dari upaya menekan angka stunting dan menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Melalui sinkronisasi data ini, pemerintah berharap implementasi Program Makan Bergizi Gratis di Kapuas Timur semakin akurat, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan serta pendidikan masyarakat. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com