KEPULAUAN RIAU – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban terakhir kecelakaan speed boat yang tenggelam akibat gelombang tinggi di perairan depan Coastal Area Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Sabtu (10/1/2026) sore, setelah dua hari dilakukan pencarian intensif.
Korban diketahui bernama Zainudin (33), salah satu dari empat pemancing yang berada di dalam speed boat naas tersebut. Jasad Zainudin ditemukan sekitar pukul 15.27 WIB di perairan yang berjarak kurang lebih 15 mil laut dari titik awal kejadian. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Tanjung Balai Karimun untuk penanganan lebih lanjut.
Pelaksana Harian Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, M. Fatur Rachman, mengatakan penemuan korban menjadi penutup rangkaian operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur.
“Korban berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian. Selanjutnya jenazah langsung kami evakuasi ke rumah sakit,” ujar Fatur saat memberikan keterangan, Sabtu sore.
Dengan ditemukannya seluruh korban, Fatur memastikan operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan. Seluruh personel SAR gabungan yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Karena seluruh korban sudah ditemukan, maka operasi SAR kami nyatakan selesai dan ditutup,” katanya.
Fatur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga masyarakat nelayan setempat yang turut membantu penyisiran perairan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak. Operasi berjalan aman dan lancar berkat sinergi bersama,” ujarnya.
Sebelumnya, sebuah speed boat yang membawa empat orang pemancing dilaporkan terbalik dan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Karimun. Insiden tersebut menyebabkan seluruh penumpang terlempar ke laut dan terombang-ambing di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Dalam situasi darurat itu, para korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berpegangan pada jerigen yang ada di kapal. Tiga orang korban, yakni Misran (45), Reski Febrianda (19), dan Supriyanto (25), berhasil diselamatkan setelah ditemukan oleh kapal KM Sempurna di sekitar perairan Pulau Pandan.
“Mereka ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi oleh petugas Satpolairud Polres Karimun,” jelas Fatur.
Sementara Zainudin sempat terpisah dari rombongan dan dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas di laut, terutama saat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi melanda wilayah perairan Kepulauan Riau.
Pihak SAR kembali mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pemancing, agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca serta mengutamakan keselamatan sebelum melaut. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan