MAHAKAM ULU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Melalui program distribusi pangan murah, intervensi ini diharapkan mampu menjawab persoalan pasokan kebutuhan dasar di wilayah perbatasan yang selama ini dihadapkan pada tingginya biaya logistik.
Kondisi geografis Mahakam Ulu yang berada di kawasan perbatasan dan memiliki akses transportasi terbatas menjadi salah satu faktor tersendatnya distribusi barang. Situasi tersebut berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas penting di tingkat konsumen. Biaya angkut yang besar, ditambah jalur distribusi yang mengandalkan transportasi sungai dan darat dengan waktu tempuh panjang, membuat harga barang kebutuhan pokok relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur.
Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, menyampaikan bahwa sejumlah komoditas pokok seperti minyak goreng dan beras akan dijual dengan harga lebih terjangkau melalui skema bantuan tersebut. Kebijakan ini dinilai penting untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan harga akibat ongkos distribusi yang mahal.
“Minyak goreng dan bahan pokok memang akan dijual dengan harga yang lebih murah. Untuk beras premium, informasi yang saya terima sekitar Rp15.000 per kilogram. Sementara beras SPHP berada di kisaran Rp13.000 per kilogram,” ujar Angela, Selasa (10/02/2026).
Menurut Angela, harga yang ditetapkan dalam program bantuan Pemprov Kaltim tersebut masih dalam kategori terjangkau bagi masyarakat Mahulu. Ia menegaskan bahwa selama ini harga kebutuhan pokok di daerah tersebut cenderung lebih tinggi akibat biaya logistik yang besar serta keterbatasan akses distribusi.
Meski demikian, pemerintah daerah belum menemukan indikasi praktik penimbunan atau gangguan distribusi yang signifikan di lapangan. “Untuk kondisi saat ini, kami belum menemukan adanya penimbunan barang atau persoalan distribusi yang mengkhawatirkan,” katanya.
Angela berharap bantuan dari Pemprov Kaltim benar-benar dapat menjangkau seluruh wilayah Mahakam Ulu, termasuk kawasan perbatasan dan daerah hulu yang aksesnya lebih sulit. Distribusi yang merata dinilai penting agar manfaat program tidak hanya dirasakan di ibu kota kabupaten, tetapi juga di kampung-kampung terpencil.
Dalam upaya memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok tetap terjaga, Pemerintah Kabupaten Mahulu juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Kerja sama tersebut dianggap krusial untuk menjaga pasokan beras dan komoditas strategis lainnya tetap aman di pasaran.
Angela menekankan bahwa distribusi pangan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat. “Kami ingin memastikan sembako tercukupi untuk seluruh masyarakat Mahakam Ulu, bukan hanya di pusat kabupaten, tetapi juga sampai ke daerah perbatasan,” ujarnya.
Untuk memastikan harga di lapangan sesuai ketentuan serta stok tetap tersedia, Pemerintah Kabupaten Mahulu berencana melakukan kunjungan belanja ke pasar. Angela menyatakan akan turun langsung memantau kondisi harga sekaligus berbelanja. “Mumpung saya di sini, sekalian saja belanja di pasar,” ucapnya.
Langkah tersebut diharapkan memberi gambaran riil mengenai kondisi harga dan distribusi sembako di tingkat pedagang. Pemerintah daerah berharap intervensi harga melalui bantuan Pemprov Kaltim dapat menekan lonjakan harga, khususnya di wilayah Ulu Mahakam yang selama ini menghadapi tantangan akses transportasi. Dengan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan Bulog, stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di Mahulu diharapkan tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tidak terbebani. []
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan