LAMANDAU – Aktivitas mandi di sungai kembali berujung petaka. Seorang pria muda dilaporkan tenggelam di Sungai Bayat, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (14/03/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Korban diketahui bernama Rega Anggi Anggara (25), warga Jalan Pasanah, Kelurahan Sidorejo, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Ia sehari-hari bekerja sebagai karyawan perkebunan kelapa sawit di wilayah Merambang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama sejumlah rekannya tengah beraktivitas di tepi Sungai Bayat pada sore hari. Mereka diketahui mandi dan bermain air di sungai tersebut.
Pada saat itu kondisi air sungai terlihat lebih surut dari biasanya. Situasi tersebut membuat korban mencoba berenang menyeberangi sungai. Namun upaya tersebut justru berujung tragedi. Diduga korban tidak mampu melawan arus sungai yang cukup kuat di bagian tengah. Dalam waktu singkat ia terseret arus dan kemudian tenggelam. Rekan-rekannya yang melihat kejadian itu segera berteriak meminta pertolongan kepada warga di sekitar lokasi.
Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan dan mencoba melakukan pencarian di sekitar titik korban terakhir terlihat. Namun hingga laporan ini ditulis, korban masih belum ditemukan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan adanya laporan terkait insiden orang tenggelam di Sungai Bayat. Ia menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi awal dari masyarakat setempat yang melaporkan adanya seorang pria yang hilang saat berenang di sungai tersebut.
Menurut Hendikel, BPBD segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak setelah mendapatkan laporan tersebut, termasuk mempersiapkan personel untuk membantu upaya pencarian korban.
Ia menyampaikan bahwa proses pencarian sementara masih dilakukan oleh warga di sekitar lokasi kejadian dengan cara manual sambil menunggu tim penyelamat datang. Selain itu, BPBD Lamandau juga telah berkoordinasi dengan Basarnas Pangkalan Bun untuk membantu proses pencarian yang lebih intensif. Petugas saat ini masih bersiaga di lokasi guna mendukung proses pencarian begitu tim penyelamat tiba.
Dalam kesempatan tersebut, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sungai. Meski kondisi air terlihat surut, kedalaman dan arus di beberapa titik sungai dapat berubah secara tiba-tiba.
Hendikel menekankan bahwa kondisi tersebut sering kali menipu warga yang mengira sungai aman untuk digunakan berenang atau mandi.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama di sungai yang memiliki arus deras dan kedalaman tidak merata. “Beberapa sungai memang tampak dangkal saat air surut, tetapi di bagian tertentu justru sangat dalam dan memiliki arus yang kuat. Kondisi ini sangat berbahaya bagi warga yang berenang,” ujarnya.
Hingga Sabtu malam, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh warga bersama aparat terkait di sekitar Sungai Bayat. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan