BANJARMASIN – Isu merebaknya penyakit yang disebut-sebut sebagai “super flu” sempat memicu kekhawatiran di tengah masyarakat Kota Banjarmasin. Namun Dinas Kesehatan memastikan kabar tersebut tidak perlu disikapi secara berlebihan karena tidak mengindikasikan munculnya wabah baru.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, M. Ramadhan, menegaskan bahwa istilah “super flu” hanyalah penyebutan populer di masyarakat. Secara medis, virus yang dimaksud merupakan Influenza A (H3N2 subclade K) yang masih tergolong influenza musiman. “Istilah super flu itu tidak dikenal secara medis. Yang terdeteksi di Banjarmasin adalah jenis influenza musiman yang sudah lama ada,” jelas Ramadhan, Senin (12/01/2026).
Ia menyebutkan, temuan sejumlah kasus di Banjarmasin berasal dari kegiatan surveilans rutin yang memang dilakukan untuk memantau penyakit pernapasan. Dari ratusan pasien yang diperiksa, hanya sebagian kecil yang terindikasi influenza jenis tersebut. “Surveilans dilakukan terhadap 134 pasien dengan gejala flu, dan dari hasil pemeriksaan ditemukan 18 orang yang terindikasi Influenza A. Seluruhnya ditangani dengan rawat jalan,” ujarnya.
Menurut Ramadhan, tidak ada lonjakan kasus signifikan yang mengarah pada kondisi darurat kesehatan. Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap menyiagakan sistem layanan kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus, terlebih di tengah cuaca ekstrem yang melanda.
Di sisi lain, masyarakat diminta tetap waspada dengan menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan, istirahat cukup, dan konsumsi makanan bergizi dinilai efektif mencegah penularan penyakit.
Salah satu warga Banjarmasin, Wakiyem, mengaku memilih cara alami untuk menjaga kesehatan keluarganya di tengah maraknya isu flu. “Saya lebih sering minum ramuan tradisional dari rempah-rempah supaya badan tetap fit dan tidak mudah sakit,” tuturnya.
Kebiasaan tersebut, menurut Wakiyem, diterapkan untuk seluruh anggota keluarga sebagai langkah pencegahan. “Kami biasakan satu keluarga minum yang hangat-hangat supaya tidak gampang pilek, masuk angin, atau perut kembung,” katanya.
Dinas Kesehatan menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat perlu dibarengi dengan informasi yang benar agar tidak menimbulkan kepanikan. Dengan sistem kesehatan yang siaga dan kesadaran warga, Kota Banjarmasin diyakini mampu mengendalikan penyebaran penyakit pernapasan musiman. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan