TANJUNG SELOR – Isu kesehatan kembali menjadi perhatian publik di awal tahun 2026 seiring munculnya laporan terkait varian influenza tipe A (H3N2) Subclade K yang populer disebut sebagai Super Flu. Varian ini diketahui telah terdeteksi di Indonesia sejak akhir Desember 2025 dan tercatat menyebar di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga saat ini terdapat sedikitnya 62 kasus yang ditemukan di delapan provinsi. Meski demikian, pemerintah daerah diminta tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Utara (Dinkes Kaltara), Usman, menegaskan bahwa Super Flu pada dasarnya merupakan bagian dari influenza musiman yang disebabkan oleh virus, sehingga karakteristik gejalanya tidak jauh berbeda dengan flu yang kerap muncul setiap tahun.
“Istilah Super Flu lebih merujuk pada kecepatan penularannya yang cukup tinggi. Namun secara medis, ini masih termasuk influenza musiman,” ujar Usman saat dikonfirmasi di Tanjung Selor, Senin (05/01/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat perlu memahami bahwa penyebaran virus H3N2 terjadi melalui droplet atau saluran pernapasan, serupa dengan Covid-19. Namun, dari sisi dampak klinis, tingkat keparahan dan risiko kematian dinilai jauh lebih rendah.
“Gejala yang paling sering dikeluhkan pasien biasanya berupa demam tinggi, batuk dan pilek yang berlangsung cukup lama, kelelahan ekstrem, serta gangguan pernapasan ringan hingga sedang,” jelasnya.
Meski angka penularan dinilai cepat, Dinkes Kaltara memastikan bahwa Super Flu tidak tergolong sebagai penyakit dengan tingkat fatalitas tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh istilah yang dapat menimbulkan ketakutan berlebihan.
“Berdasarkan kajian yang ada, risiko kematian akibat varian ini sangat rendah. Jadi tidak perlu panik, yang terpenting adalah menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” tegas Usman.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga kini belum ditemukan laporan kasus Super Flu di wilayah Kalimantan Utara. Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan ketat, termasuk koordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan untuk deteksi dini apabila ditemukan gejala mencurigakan.
Dinkes Kaltara mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu berat, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.
Selain itu, masyarakat diingatkan agar kembali disiplin menerapkan kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, serta menghindari aktivitas di kerumunan ketika kondisi tubuh tidak fit. Langkah-langkah pencegahan ini dinilai efektif untuk menekan penyebaran virus di masyarakat. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan