Kabupaten Paser mencatat surplus beras berkat sinergi pemerintah dan petani serta meningkatnya produktivitas pertanian.
PASER – Kabupaten Paser menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang mencatat surplus beras, sehingga kebutuhan pangan masyarakat setempat dapat dipenuhi dari produksi lokal menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Cabang Paser Muchlis menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan di daerah.
“Hal ini merupakan hasil kerja sama antara Bulog dengan berbagai pemangku kepentingan terkait pangan di Kabupaten Paser, seperti Dinas Pertanahan Pangan dan Dinas Tanaman Pangan atau Pertanian”, jelas Muchlis saat ditemui, Rabu (18/03/2026).
Ia menjelaskan, surplus beras juga didukung oleh meningkatnya kesadaran petani untuk mengoptimalkan lahan pertanian tanpa melakukan alih fungsi lahan, serta memaksimalkan potensi lahan yang tersedia.
Selain itu, kebijakan pemerintah pusat terkait penetapan harga pembelian gabah sebesar Rp6.650 per kilogram dinilai menjadi faktor pendorong utama peningkatan produksi.
“jadi memang harga gabah juga menjadi salah satu pemicu. sehingga para petani tidak bingung dan tidak ragu lagi untuk menjual gabah hasil panen mereka”, tambah Muchlis.

Produktivitas padi di Paser juga menunjukkan hasil yang signifikan. Di beberapa wilayah seperti Sungai Tuak, hasil panen dapat mencapai hingga 8 ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan rata-rata produksi di daerah lain yang berkisar 3 hingga 4 ton per hektare.
“Produktivitas tinggi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain cara penanaman, kualitas bibit, pemupukan yang tepat, serta waktu panen yang akurat. Selain itu, penyiapan lahan kembali setelah panen juga sangat diperhatikan. Kita dari dinas terkait juga rutin melakukan pengawasan langsung guna memastikan faktor-faktor tersebut diperhatikan dengan baik”, imbuhnya.
Upaya peningkatan produksi tersebut juga didukung oleh intervensi pemerintah daerah melalui edukasi kepada petani, bantuan peralatan, penyediaan bibit unggul, pemupukan, serta pengawasan berkelanjutan di lapangan.
Dengan kondisi surplus ini, pasokan beras di Paser dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menghadapi peningkatan permintaan pada momentum hari besar keagamaan. Bulog juga terus melakukan penyerapan hasil panen petani, dengan puncak panen raya diperkirakan terjadi pada awal April 2026. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan