MOSKOW – Puluhan anak Muslim di Rusia merasakan suasana Ramadan yang penuh kebahagiaan melalui kegiatan Program 1000 Cahaya Pesantren Ramadan yang digelar di Vostochnaya Gimnaziya, St. Petersburg, pada Selasa (11/03/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 62 anak Muslim dan menjadi salah satu upaya mempererat nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah komunitas Muslim setempat.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara para penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Rusia dan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) St. Petersburg. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Rusia berupaya menghadirkan nuansa pembinaan keagamaan serta keceriaan Ramadan bagi anak-anak Muslim di kota tersebut.
Ketua panitia kegiatan, Achmad Cahya Perwira, yang juga mahasiswa Business Informatics di Peter the Great St. Petersburg Polytechnic University, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar.
“Terima kasih kepada seluruh teman-teman panitia dari penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) dan PERMIRA St. Petersburg yang telah bekerja keras dengan penuh keikhlasan dan dedikasi dalam acara ini. Terima kasih yang tak terhingga juga kami ucapkan kepada BAZNAS RI yang telah memfasilitasi kami melalui program Beasiswa Cendekia, sehingga kami tidak hanya belajar di negeri orang, tetapi juga bisa berkontribusi nyata bagi umat”, ungkapnya penuh haru.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa Indonesia untuk berbagi manfaat dengan komunitas Muslim di negara tempat mereka menempuh pendidikan.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Andre Septiano, seorang diaspora Indonesia yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menilai kegiatan yang digagas mahasiswa Indonesia itu memiliki dampak sosial yang positif, terutama bagi komunitas Muslim di St. Petersburg.
“Saya melihat sendiri bagaimana adik-adik mahasiswa mempersiapkan acara ini dengan penuh dedikasi. Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi benar-benar menyentuh langsung komunitas Muslim di sini. BAZNAS patut berbangga memiliki penerima beasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga peka secara sosial. Semoga ke depan makin banyak program kolaborasi seperti ini yang melibatkan diaspora dan mahasiswa Indonesia,” kata Andre.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak yang mengikuti program mendapatkan berbagai pengalaman edukatif dan religius. Rangkaian acara yang digelar meliputi pembagian bingkisan Ramadan serta sejumlah perlombaan bernuansa Islami.
Beberapa lomba yang diselenggarakan antara lain Hifzil Qur’an, Fahmil Qur’an, Adzan, dan Tilawah. Seluruh kegiatan dipandu secara langsung oleh mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di St. Petersburg, sehingga tercipta suasana interaksi yang hangat dan penuh kebersamaan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Indonesia tidak hanya berperan sebagai penyelenggara acara, tetapi juga sebagai fasilitator pembinaan keagamaan bagi anak-anak Muslim yang tinggal di Rusia.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa para penerima beasiswa Indonesia di luar negeri tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Dukungan dari pihak sekolah serta kehadiran diaspora Indonesia juga turut memperkuat pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas komunitas tersebut menciptakan suasana Ramadan yang penuh kebersamaan dan mempererat hubungan antara mahasiswa Indonesia dengan masyarakat Muslim setempat.
Program 1000 Cahaya Pesantren Ramadan sendiri merupakan inisiatif filantropi dan pembinaan keagamaan yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. Program ini dilaksanakan oleh para penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS yang tersebar di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Melalui program tersebut, para mahasiswa didorong untuk berkontribusi secara nyata kepada masyarakat dengan menghadirkan kegiatan sosial dan keagamaan di berbagai wilayah tempat mereka menempuh pendidikan.
Secara demografis, Rusia merupakan salah satu negara di kawasan Eropa dengan jumlah penduduk Muslim yang cukup besar. Diperkirakan terdapat sekitar 15 hingga 20 juta Muslim yang tinggal di negara tersebut, atau sekitar tujuh persen dari total populasi Rusia.
Keberadaan komunitas Muslim yang cukup besar tersebut menjadikan berbagai kegiatan pembinaan keagamaan seperti Program 1000 Cahaya Pesantren Ramadan memiliki arti penting dalam memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat. []
Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan