LIMA – Insiden tabrakan dua kereta api di jalur wisata Machu Picchu, Peru, memicu kekacauan besar di salah satu destinasi wisata paling ikonik di dunia. Ratusan wisatawan terpaksa dievakuasi setelah layanan kereta api menuju benteng peninggalan Inca itu lumpuh total akibat kecelakaan maut yang menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya.
Sedikitnya 2.000 wisatawan, terdiri atas sekitar 700 warga Peru dan 1.300 turis asing dari berbagai negara, sempat terjebak di kota Aguas Calientes. Kota kecil yang menjadi pintu masuk utama ke Machu Picchu itu mendadak penuh sesak setelah akses transportasi terputus sejak kecelakaan terjadi pada Selasa siang waktu setempat.
Operator PeruRail menyatakan layanan kereta api mulai diaktifkan kembali secara bertahap pada Rabu. Pemulihan dilakukan dengan pengawasan ketat mengingat jalur tersebut setiap hari melayani rata-rata 4.500 pengunjung yang hendak menuju situs warisan dunia UNESCO di Pegunungan Andes.
Tabrakan adu banteng terjadi di jalur tunggal antara Ollantaytambo dan Machu Picchu. Kereta milik PeruRail dilaporkan bertabrakan langsung dengan rangkaian kereta Inca Rail. Otoritas setempat memastikan seorang kondektur tewas dalam peristiwa itu, sementara 40 penumpang lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.
Pejabat pemerintah Peru, Ernesto Alvarez, mengungkapkan bahwa hingga Rabu masih terdapat dua korban luka yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ia menyebut faktor kelalaian manusia sebagai penyebab paling kuat dari kecelakaan tersebut. Dugaan awal mengarah pada kegagalan masinis dalam mematuhi atau membaca sinyal keselamatan di jalur rel.
Sebagai tindak lanjut, kepolisian menahan empat pegawai perusahaan kereta api untuk kepentingan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan alkohol guna memastikan tidak adanya pelanggaran prosedur keselamatan kerja. Insiden ini sekaligus menyoroti rapuhnya sistem transportasi di jalur wisata padat pengunjung yang menjadi tulang punggung pariwisata Peru. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan