Tak Kunjung Pulang dari Laut, Nelayan 67 Tahun Dicari Tim SAR

BANGKA BARAT – Seorang nelayan lanjut usia di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, dilaporkan hilang saat melaut seorang diri di perairan Mentok. Hingga Sabtu (10/01/2026), Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif, meski operasi menghadapi tantangan cuaca ekstrem di laut.

Nelayan tersebut diketahui bernama M Adnan Sahid (67), warga Desa Keranggan, Kecamatan Mentok. Ia dilaporkan hilang setelah tidak kembali ke darat sesuai jadwal usai menjaring ikan di wilayah perairan Karang Berang-berang. Informasi hilangnya korban pertama kali disampaikan pihak keluarga kepada otoritas setempat pada Jumat 9 Januari 2026 sore.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan pihaknya segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan personel dan peralatan SAR ke lokasi kejadian.

“Begitu laporan kami terima, tim langsung diberangkatkan untuk melakukan pencarian di area yang diduga menjadi lokasi terakhir korban,” ujar Mikel saat dikonfirmasi, Sabtu.

Menurut Mikel, korban terakhir diketahui melaut pada Kamis 8 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB menggunakan perahu kayu menuju lokasi penangkapan ikan. Berdasarkan kebiasaan sehari-hari, korban seharusnya sudah kembali ke darat keesokan paginya. Namun hingga Jumat malam, korban tak kunjung pulang, sehingga memicu kekhawatiran keluarga dan rekan sesama nelayan.

“Biasanya korban kembali pagi hari. Karena sampai malam belum ada kabar, keluarga bersama nelayan sekitar berinisiatif melakukan pencarian awal sebelum melapor ke kami,” jelas Mikel.

Operasi pencarian difokuskan di sekitar koordinat terakhir korban dilaporkan beraktivitas. Tim SAR menggunakan metode penyisiran permukaan laut dengan mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga hari kedua pencarian.

“Cuaca menjadi kendala utama. Hujan cukup lebat disertai angin kencang membuat jarak pandang terbatas dan gelombang laut cukup tinggi,” kata Mikel.

Meski demikian, pihaknya memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel di lapangan. Ia berharap kondisi cuaca segera membaik agar area pencarian dapat diperluas.

“Harapan kami korban bisa segera ditemukan. Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat,” ujarnya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Rescuer USS Mentok, Satpolair Polres Bangka Barat, BPBD Bangka Barat, hingga nelayan setempat yang turut membantu pencarian. Keterlibatan warga dinilai penting karena mereka mengenal karakter perairan di wilayah tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi nelayan tradisional, khususnya saat melaut seorang diri dan dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com