Tarakan Barat Catat Laporan Kebakaran Terbanyak Tahun Ini

TARAKAN – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kota Tarakan mencatat tingginya aktivitas penanganan kebencanaan sepanjang tahun 2025. Hingga (23/12/2025), tercatat 59 peristiwa kebakaran serta 525 Operasi Darurat Non Kebakaran (ODNK) yang seluruhnya ditangani oleh petugas pemadam kebakaran setempat.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan PMK Tarakan, Irwan, S.E., mengungkapkan bahwa gangguan instalasi listrik masih menjadi faktor dominan penyebab kebakaran di wilayah perkotaan Tarakan. “Penyebab terbanyak kebakaran itu masih karena konsleting listrik,” ungkapnya, Selasa (23/12/2025).

Dari sisi objek kejadian, kebakaran paling banyak terjadi pada rumah tinggal dan bangunan. Data menunjukkan dari 59 kejadian kebakaran, sebanyak 24 kasus menimpa rumah atau bangunan warga, menjadikan kawasan permukiman sebagai titik paling rawan. “Yang paling banyak itu memang kebakaran rumah atau bangunan,” jelas Irwan.

Selain itu, petugas juga menangani sembilan kejadian kebakaran hutan dan lahan, serta 26 kejadian kebakaran lainnya, seperti pembakaran sampah dan ban bekas. “Untuk hutan dan lahan itu kita catat ada 9. Sedangkan kebakaran lainnya seperti kebakaran sampah dan ban bekas itu ada total 26 laporan yang kita tangani,” paparnya.

Jika ditinjau dari sebaran wilayah, laporan kebakaran paling sering diterima dari kawasan permukiman padat penduduk, khususnya di wilayah Tarakan Barat. Kepadatan bangunan dan jarak rumah yang berdekatan dinilai memperbesar risiko kebakaran meluas. “Wilayah yang padat penduduk memang lebih rawan terjadi kebakaran,” katanya.

Berdasarkan waktu kejadian, puncak kebakaran tercatat terjadi pada bulan Mei dengan sembilan kejadian. Sementara itu, jumlah kebakaran terendah terjadi pada bulan Januari dan Desember, masing-masing dua kejadian. “Kalau paling banyak itu terjadi di bulan Mei, sementara paling sedikit di Januari dan Desember,” tuturnya.

Peristiwa kebakaran terbesar sepanjang 2025 terjadi di asrama polisi di Jalan Purnawirawan, RT 6, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Sabtu (6/12/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA. Insiden tersebut menghanguskan hingga lima unit rumah. “Yang paling besar itu kebakaran asrama polisi karena sampai lima rumah terbakar. Karena biasanya kebakaran itu hanya dua hingga tiga rumah,” terangnya.

Di luar penanganan kebakaran, aktivitas PMK Kota Tarakan juga didominasi oleh Operasi Darurat Non Kebakaran (ODNK). Sepanjang 2025, tercatat 525 laporan ODNK yang ditangani petugas. “Selain kebakaran, operasi darurat non kebakaran juga cukup banyak kami tangani,” ujarnya.

ODNK tertinggi terjadi pada bulan Juli dengan 65 kejadian, sementara jumlah terendah tercatat pada bulan Januari sebanyak 20 kejadian. “ODNK paling banyak itu di bulan Juli, sedangkan yang paling sedikit di bulan Januari,” tambahnya.

Jenis ODNK yang paling sering ditangani berupa penyelamatan dan evakuasi, terutama evakuasi satwa liar yang masuk ke permukiman warga. Sepanjang tahun ini, petugas mencatat empat kali evakuasi ular tidak berbisa dan tiga kali evakuasi ular berbisa. “Evakuasi ular itu cukup sering kami terima laporannya dari masyarakat,” imbuhnya.

Untuk wilayah ODNK, laporan terbanyak berasal dari Tarakan Utara dan Tarakan Timur, terutama di kawasan yang berbatasan langsung dengan semak belukar dan lahan kosong. “Biasanya laporan ODNK banyak dari wilayah yang dekat dengan semak atau lahan kosong,” pungkasnya.

Secara umum, data tersebut menunjukkan bahwa sepanjang 2025, PMK Kota Tarakan lebih banyak berhadapan dengan kebakaran rumah dan operasi penyelamatan non kebakaran di kawasan permukiman, seiring meningkatnya aktivitas warga dan perubahan lingkungan perkotaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com