JAKARTA – Warga Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, digegerkan oleh penemuan seorang bayi perempuan yang ditinggalkan di dalam tas hitam dan dibuang di area tempat sampah Pasar Nalo. Peristiwa itu terjadi pada Senin (02/03/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di RT 13 RW 12, Kelurahan Pademangan Barat.
Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang curiga melihat tas mencurigakan di lokasi. Saat dibuka, ternyata di dalamnya terdapat bayi perempuan dalam kondisi hidup. Warga pun langsung membawa bayi itu ke RSUD Pademangan untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Maryati Jonggi, membenarkan adanya penemuan tersebut. “Seorang bayi perempuan ditemukan dalam keadaan hidup di dalam tas berwarna hitam yang diletakkan di tempat sampah kawasan Pasar Nalo,” ujarnya, Selasa (03/03/2026).
Petugas dari Polsek Pademangan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengumpulkan keterangan saksi dan rekaman CCTV.
“Anggota langsung bergerak melakukan pemeriksaan saksi, mengamankan barang bukti, serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi,” jelas Maryati.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi seorang perempuan berinisial DR (20) yang diduga sebagai ibu kandung bayi tersebut. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria membawa tas hitam dengan seorang perempuan berjalan di belakangnya.
Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ni Luh Sri Arsini, mengatakan pihaknya telah mengamankan terduga pelaku hanya beberapa jam setelah kejadian. “Perempuan berinisial DR yang diduga sebagai ibu bayi sudah kami amankan untuk dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya,” kata Ni Luh.
DR diketahui sehari-hari bekerja sebagai karyawan dan berdomisili di kawasan Pademangan. Saat ini ia masih menjalani pemeriksaan intensif. Namun karena kondisinya yang baru melahirkan, pelaku terlebih dahulu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Yang bersangkutan masih dalam pemulihan pascamelahirkan sehingga belum dapat dimintai keterangan secara menyeluruh,” tambahnya.
Polisi menduga bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah, namun motif pasti pembuangan masih didalami penyidik. Sementara itu, kondisi bayi dilaporkan stabil setelah mendapat perawatan medis.
Kasus ini kembali menyoroti persoalan sosial dan perlindungan anak di wilayah perkotaan. Aparat memastikan proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan