TEHERAN – Iran diliputi duka sekaligus kemarahan setelah pemimpin tertinggi mereka, Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi pada 28 Februari 2026.
Sebagai respons simbolik, Iran mengibarkan bendera merah di kubah Masjid Jamkaran di kota suci Qom saat prosesi pemakaman berlangsung pada (01/03/2026).
Pengibaran bendera tersebut diyakini sebagai pesan kuat bahwa kematian Khamenei tidak akan berlalu tanpa tuntutan balasan.
Pihak pengelola Masjid Jamkaran menyampaikan makna simbol tersebut dalam pernyataan resminya. “Bendera merah ini merupakan tanda bahwa keadilan atas kematian pemimpin kami akan diperjuangkan, dan tragedi ini tidak akan dibiarkan begitu saja,” demikian pernyataan mereka.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan wafatnya Khamenei setelah operasi militer berlangsung. Ia menyatakan bahwa tokoh yang selama ini dianggap sebagai lawan utama Washington kini telah tiada dan tidak lagi menjadi ancaman.
Pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kematian tersebut dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Selain Khamenei, laporan media internasional menyebut sejumlah anggota keluarganya turut menjadi korban dalam serangan tersebut.
Iran juga kehilangan tokoh penting militer, termasuk Komandan Garda Revolusi Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.
Peristiwa ini menandai babak baru ketegangan yang berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan