Telur Rp50 Ribu per Rak, Warga Tanah Grogot Serbu Bazar Murah

PASER – Ratusan warga Kelurahan Tanah Grogot memadati kantor kelurahan setempat pada Sabtu (07/02/2026) pagi. Kedatangan masyarakat tersebut untuk mendapatkan telur dengan harga terjangkau dalam kegiatan gerakan pangan murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser bekerja sama dengan PKK Kelurahan Tanah Grogot.

Sejak pagi hari, masyarakat tampak berbondong-bondong datang ke lokasi kegiatan dengan membawa kartu identitas untuk mendapatkan telur murah yang telah disiapkan oleh panitia. Program ini dilaksanakan sebagai upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, khususnya menjelang Hari Raya.

Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Siti Nurjanah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan PKK Kelurahan Tanah Grogot dalam rangka menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat.

“Bazar murah ini kami bekerjasama dengan PKK kelurahan Tanah Grogot. Untuk pagi ini kami menyediakan 100 tak telur, dengan harga 50 ribu per rak”, jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di Kelurahan Tanah Grogot, tetapi juga akan digelar di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Paser. Beberapa lokasi yang direncanakan menjadi titik pelaksanaan kegiatan antara lain Kecamatan Longkali, Paser Belengkong, Long Ikis, serta Batu Kajang.

“Untuk di kecamatan kita sediakan lebih banyak stoknya. Di kelurahan ini cuma 100 rak karena nanti akan dilaksanakan dua hari, hari ini dan besok Minggu”, tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, setiap warga yang datang hanya diperbolehkan membeli satu rak telur. Kebijakan ini diterapkan agar distribusi telur murah dapat merata dan lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“masyarakat bisa datang ke kelurahan dengan membawa KTP. Untuk jumlah telur kita batasi satu rak saja. tujuannya untuk pemerataan. Dengan kuota 100 rak telur, kita harapkan akan ada 100 keluarga yang tercukupi kebutuhan telurnya”, imbuhnya.

Menurut Siti Nurjanah, program gerakan pangan murah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah.

” Kami punya UPTD peternakan ayam petelur di petangis. Saat ini produksinya sekitar 8 ribu telur perhari. kegiatan-kegiatan pangan murah di kabupaten Paser itu mengambil telurnya dari UPTD tersebut “, jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Tanah Grogot serta mengurangi kepanikan masyarakat dalam menghadapi kenaikan permintaan menjelang hari raya.

“Sebenarnya stok kita itu aman, cuma terkadang masyarakat ini panik buying, takut langka, takut kehabisan, jadi main borong. Padahal yang seperti itu justru mempengaruhi harga. karena kalau di pasar tentu ada hukum pasar yang berlaku, jika permintaan meningkat, tentu harga juga di naikkan”, pungkasnya.

Selain telur, dalam kegiatan tersebut masyarakat juga dapat membeli sejumlah bahan pokok lainnya dengan harga yang lebih terjangkau. Beberapa komoditas yang tersedia antara lain beras SPHP dengan harga Rp60 ribu per karung ukuran lima kilogram, minyak goreng Minyakita seharga Rp18 ribu per kilogram, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, serta bawang merah dengan harga Rp32 ribu per kilogram.

Melalui kegiatan gerakan pangan murah ini, Pemerintah Kabupaten Paser berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih stabil sekaligus membantu menekan potensi inflasi daerah menjelang momentum hari besar keagamaan. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com