VIRGINIA – Insiden penembakan kembali mengguncang lingkungan pendidikan di Amerika Serikat. Kali ini peristiwa terjadi di area kampus Universitas Old Dominion, Virginia, pada Kamis (12/03/2026) waktu setempat. Dua orang dilaporkan mengalami luka akibat tembakan, sementara pelaku dinyatakan tewas setelah aparat keamanan melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut berlangsung di salah satu gedung kampus yang saat itu masih berada dalam aktivitas akademik. Suara tembakan yang terdengar tiba-tiba memicu kepanikan mahasiswa dan staf yang berada di sekitar lokasi.
Pihak Universitas Old Dominion dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa pelaku melepaskan tembakan hingga menyebabkan dua orang terluka sebelum akhirnya berhasil dihentikan oleh aparat yang merespons kejadian tersebut.
“Penembakan terjadi di dalam salah satu gedung kampus dan menyebabkan dua orang mengalami luka. Petugas keamanan serta aparat kepolisian yang datang ke lokasi berhasil menghentikan pelaku,” ujar perwakilan universitas dalam pernyataan resmi.
Kedua korban yang mengalami luka tembak segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, kondisi mereka masih dalam pemantauan tim medis.
Sementara itu, aparat kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk mengamankan situasi. Otoritas setempat menyebutkan bahwa respons cepat petugas berhasil mencegah situasi berkembang lebih jauh.
“Begitu laporan diterima, petugas langsung menuju lokasi dan mengamankan area kampus. Pelaku berhasil dihentikan sehingga situasi dapat dikendalikan,” kata pejabat keamanan setempat.
Pasca kejadian tersebut, pihak universitas memutuskan untuk menangguhkan sementara kegiatan belajar mengajar di kampus. Kebijakan itu diambil sebagai langkah pengamanan sekaligus memberi ruang bagi aparat penegak hukum melakukan penyelidikan.
“Untuk sementara kegiatan akademik dihentikan guna memastikan keamanan seluruh mahasiswa dan staf,” jelas pihak kampus.
Insiden ini kembali menyoroti persoalan keamanan di lingkungan pendidikan di Amerika Serikat. Penembakan di sekolah maupun kampus masih kerap terjadi di negara tersebut, yang dikenal memiliki tingkat kepemilikan senjata api sangat tinggi.
Data menunjukkan jumlah senjata api di Amerika Serikat bahkan melampaui jumlah penduduknya. Selain itu, regulasi pembelian senjata api, termasuk senapan berkekuatan tinggi, relatif lebih longgar dibandingkan banyak negara lainnya.
Kondisi tersebut kerap menjadi sorotan setiap kali terjadi peristiwa kekerasan bersenjata di ruang publik, terutama di area pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi mahasiswa dan tenaga pengajar.
Saat ini aparat penegak hukum masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara rinci kronologi serta motif di balik penembakan yang terjadi di Universitas Old Dominion tersebut. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan