HULU SUNGAI UTARA – Keberadaan bangkai hewan di lingkungan permukiman dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan bau tidak sedap bagi masyarakat. Untuk mencegah dampak tersebut, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bergerak cepat mengevakuasi bangkai hewan yang ditemukan di kawasan Jalan Amuntai–Kalua, Kecamatan Amuntai Tengah.
Bangkai hewan jenis sigung yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan sadu itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Nunu. Ia kemudian melaporkan temuan tersebut kepada petugas Damkar HSU karena dikhawatirkan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan di sekitar permukiman.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim Damkar segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Jarak lokasi kejadian dari markas Damkar diperkirakan sekitar 5,7 kilometer.
Laporan mengenai temuan bangkai hewan tersebut diterima petugas sekitar pukul 11.08 Wita. Selang beberapa menit kemudian, tim langsung berangkat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.22 Wita untuk melakukan proses evakuasi.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Hulu Sungai Utara, Asikin Noor, melalui Kepala Bidang Linmas dan Damkar HSU, H. Barkat Syahrukalam, menjelaskan bahwa petugas melakukan evakuasi dengan prosedur keselamatan yang ketat.
Menurutnya, seluruh anggota tim yang bertugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap guna menghindari risiko paparan bakteri atau penyakit yang mungkin berasal dari bangkai hewan tersebut.
“Petugas yang melakukan penanganan menggunakan perlengkapan pelindung secara lengkap untuk meminimalkan kemungkinan terpapar bakteri atau kuman dari bangkai hewan,” ujar Barkat saat memberikan keterangan pada Minggu (08/03/2026).
Proses evakuasi berjalan lancar dan bangkai hewan berhasil dipindahkan dari lokasi. Dengan cepatnya penanganan tersebut, potensi bau menyengat serta kemungkinan pencemaran lingkungan di sekitar kawasan permukiman warga dapat segera diatasi.
Barkat menambahkan bahwa petugas Damkar tidak hanya bertugas memadamkan kebakaran, tetapi juga memberikan berbagai layanan penyelamatan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk menangani bangkai hewan yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak ragu melaporkan kejadian serupa apabila menemukan bangkai hewan di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Menurutnya, pelaporan yang cepat dari masyarakat sangat membantu petugas dalam mengambil tindakan lebih dini sehingga dampak buruk terhadap kesehatan maupun kebersihan lingkungan dapat dicegah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan bangkai hewan di lingkungan sekitar agar dapat segera ditangani,” katanya.
Meski kejadian tersebut terjadi di tengah aktivitas masyarakat pada hari libur, petugas Damkar HSU tetap siaga menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaan. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan