Polisi tidak menemukan tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain dan mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian serta pendampingan terhadap anggota keluarga yang mengalami tekanan psikologis.
MEMPAWAH – Kepolisian Sektor (Polsek) Mempawah Hilir mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga dan orang-orang di lingkungan sekitar. Imbauan itu disampaikan setelah seorang pria berinisial DF (41) ditemukan meninggal dunia di Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Senin (27/07/2026) pagi.
Berdasarkan penyelidikan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut. Kasus itu sementara mengarah pada dugaan bunuh diri.
Peristiwa tersebut, sebagaimana diberitakan Tribunpontianak pada Senin, (27/07/2026), pertama kali diketahui sekitar pukul 06.55 Waktu Indonesia Barat (WIB) oleh kakak kandung korban yang sedang menanam tanaman di sekitar rumah korban.
Saksi yang melihat korban dalam kondisi tergantung di sebuah pohon mangga kemudian memberi tahu warga dan menghubungi pihak kepolisian.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mempawah Hilir Edi Marwan mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 07.10 WIB. Personel Polsek Mempawah Hilir bersama Kepolisian Resor (Polres) Mempawah dan Unit Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami bersama personel Polres Mempawah langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, menghubungi tim Inafis, mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan awal terhadap korban,” ujar Edi Marwan.
Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan lokasi, mengumpulkan barang bukti, dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, polisi belum menemukan tanda kekerasan maupun bukti yang mengarah pada keterlibatan pihak lain.
“Dari hasil olah TKP, keterangan para saksi, serta penyelidikan awal, untuk sementara tidak ditemukan indikasi tindak pidana ataupun keterlibatan pihak lain. Peristiwa ini sementara mengarah pada dugaan bunuh diri,” jelasnya.
Keterangan yang dihimpun polisi dari pihak keluarga menyebutkan bahwa korban telah bercerai dengan istrinya sejak 2024 dan memiliki dua anak. Kondisi rumah tangga tersebut diduga memengaruhi keadaan psikologis korban.
“Menurut keluarga, korban diduga mengalami tekanan psikologis setelah belum dapat menerima sepenuhnya kondisi rumah tangganya, terlebih setelah mantan istrinya menikah lagi,” katanya.
Pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui masih berkomunikasi dengan keluarganya dan meminta dibelikan obat. Namun, setelah komunikasi tersebut, korban tidak kembali ke rumah hingga akhirnya ditemukan pada Senin pagi.
Setelah proses identifikasi dan olah TKP selesai dilakukan sekitar pukul 08.20 WIB, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Rubini untuk menjalani pemeriksaan medis.
Edi mengajak masyarakat tidak mengabaikan perubahan kondisi psikologis maupun perilaku anggota keluarga. Perhatian dan pendampingan sejak dini dinilai penting untuk mencegah terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi mental anggota keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
“Apabila ada kerabat yang mengalami tekanan psikologis atau menunjukkan perubahan perilaku, sebaiknya segera diberikan pendampingan dan dicarikan bantuan agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah,” lanjutnya.
Polsek Mempawah Hilir berharap keluarga dan lingkungan dapat memberikan dukungan serta membantu orang yang mengalami tekanan psikologis memperoleh pertolongan yang dibutuhkan sedini mungkin. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan