Seorang anak berusia 12 tahun yang tenggelam di Sungai Alalak ditemukan meninggal dunia setelah pencarian selama satu hari oleh tim gabungan.
BANJARMASIN– Upaya pencarian korban tenggelam di Sungai Alalak, Kecamatan Banjarmasin Utara, akhirnya membuahkan hasil setelah seorang anak berinisial Mirza Nur Furqon (12) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (20/03/2026) malam, sekitar pukul 23.00 Wita, di tengah suasana malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah.
Korban ditemukan mengapung dalam posisi terlungkup tidak jauh dari titik awal dilaporkan tenggelam. Penemuan dilakukan oleh tim relawan rescue bersama warga yang sejak sehari sebelumnya melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.
Sebelum proses evakuasi, pihak keluarga dipanggil ke lokasi untuk memastikan identitas korban berdasarkan ciri-ciri yang dikenali. Setelah dipastikan, jenazah korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin, Dading Kalbu Adie, membenarkan penemuan tersebut.
“Korban sudah ditemukan dan atas permintaan pihak keluarga langsung dibawa ke rumah duka serta dilakukan penandatanganan berita acara,” ujarnya, sebagaimana diberitakan KBK News, Jumat, (20/03/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Kamis 19 Maret 2026 sekitar pukul 09.40 Wita di kawasan Jalan Tembus Perumnas RT 41 saat berenang bersama teman-temannya.
Salah satu saksi, Ahmad Kenzo Fahrizi (11), menyebut korban sempat memaksa untuk ikut berenang meskipun tidak diketahui kemampuan berenangnya.
Di tengah sungai, korban mulai kesulitan dan sempat mendapat pertolongan, namun kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya tenggelam.
Saksi lain, M Yusuf (13), juga berusaha membantu dengan memegang tangan korban, namun tidak berhasil mempertahankan pegangan tersebut.
Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke warga sekitar yang selanjutnya melakukan pencarian bersama tim gabungan hingga korban akhirnya ditemukan.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di perairan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.[]
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan