Terpeleset di Dapur Tergenang, Bocah 2 Tahun Meninggal

MALINAU – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Malinau kembali memakan korban jiwa. Seorang balita laki-laki berinisial DM (2), warga Seluwing, Desa Malinau Kota, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dan tenggelam di genangan air yang mengelilingi rumahnya, Rabu 25 Februari 2026 sore.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.30 WITA, ketika kondisi permukiman warga masih terendam banjir dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 1,5 meter. Genangan tersebut bahkan merambah hingga ke bagian dapur rumah korban.

Kepala Sub Seksi Humas Polres Malinau, Aipda Subandi, menjelaskan bahwa insiden bermula saat korban diduga terpeleset di area dapur yang tergenang. “Lingkungan sekitar rumah korban memang sedang banjir cukup tinggi, kurang lebih satu setengah meter,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (26/02/2026).

Saat kejadian, ibu korban, Fiba Trisnawati (44), berada di rumah bersama dua anaknya yang lain, masing-masing berusia 11 dan 8 tahun. Teriakan histeris sang ibu memecah suasana sore itu dan mengundang perhatian warga sekitar.

Seorang tetangga, Febrianto, yang diketahui merupakan anggota kepolisian, segera bergegas menuju lokasi begitu mendengar teriakan minta tolong. Menurut Subandi, ibu korban dalam kondisi panik menyampaikan bahwa anaknya terjatuh dari dapur rumah.

“Warga yang datang langsung melakukan pencarian di sekitar rumah. Korban akhirnya ditemukan dalam posisi mengambang di genangan banjir dengan kondisi tidak sadarkan diri,” jelas Subandi.

Upaya pertolongan pertama sempat dilakukan di lokasi sebelum korban dilarikan ke RSUD Malinau untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa balita tersebut tidak tertolong. “Pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia sekitar pukul 17.16 WITA,” tambahnya.

Hasil olah tempat kejadian perkara dan visum medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kepolisian memastikan kejadian tersebut murni musibah akibat kondisi banjir yang melanda kawasan tersebut.

Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai takdir dan tidak mengajukan tuntutan hukum. Jenazah korban kemudian dimakamkan di Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana banjir tidak hanya berdampak pada kerusakan infrastruktur, tetapi juga mengancam keselamatan kelompok rentan, terutama anak-anak. Kewaspadaan ekstra dari orang tua sangat dibutuhkan saat lingkungan tempat tinggal tergenang air dengan ketinggian signifikan. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com