Gambar Ilustrasi

Tersambar Grand Max, Warga Meliau Tewas di Jalan Lintas

SANGGAU — Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas jalan lintas Kabupaten Sanggau. Seorang pejalan kaki meregang nyawa usai tertabrak mobil pikap di Jalan Raya Dusun Sanjan Embaras, Desa Pandan Sembuat, Kecamatan Tayan Hulu, Sabtu (24/01/2026) malam.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 21.45 WIB, saat kondisi jalan minim penerangan dan arus kendaraan masih cukup padat. Korban diketahui berinisial SN, warga Kecamatan Meliau.

Kepolisian menyebut kecelakaan bermula ketika sebuah mobil pikap Daihatsu Grand Max yang melaju dari arah Kembayan menuju Sosok tiba-tiba dihadang korban yang menyeberang jalan.

Kasat Lantas Polres Sanggau, AKP Bunga Tri Yulitasari, menjelaskan bahwa jarak antara kendaraan dan korban terlalu dekat untuk dilakukan manuver penyelamatan. “Situasi terjadi sangat cepat. Saat pengemudi melihat ada pejalan kaki menyeberang, posisi kendaraan sudah tidak memungkinkan untuk menghindar,” kata AKP Bunga, Minggu (25/01/2026).

Benturan keras membuat korban terpental ke badan jalan. SN mengalami patah tulang pada bagian kaki serta luka berat di kepala. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Pengemudi pikap berinisial BR, warga Kecamatan Jangkang, tidak melarikan diri usai kejadian. Ia langsung menuju Rumah Sakit Parindu dan kemudian menyerahkan diri ke Polsek Parindu untuk menjalani proses hukum. “Pengemudi bersikap kooperatif dan datang sendiri melapor ke polisi,” ujar AKP Bunga.

Akibat kecelakaan tersebut, mobil pikap mengalami kerusakan pada bagian depan serta kaca depan pecah.

Polisi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara maupun menyeberang jalan pada malam hari. “Jalan lintas ini rawan. Pengguna jalan harus lebih berhati-hati karena satu kelalaian kecil bisa berakibat fatal,” tegasnya.

Selain kecelakaan pejalan kaki, jalur Tayan Hilir–Sanggau juga mencatat insiden maut lainnya. Tabrakan beruntun yang melibatkan dua bus Damri dan satu truk terjadi di Dusun Tenggayong, Desa Cempedak, Kecamatan Tayan Hilir, Rabu (21/01/2026) dini hari.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 00.15 WIB itu menewaskan satu orang dan menyebabkan belasan korban luka.

AKP Bunga mengungkapkan, truk Mitsubishi yang melaju dari arah Tayan Hilir menuju Balai Batang Tarang diduga keluar jalur dan masuk ke lajur berlawanan. “Truk diduga melebar ke kanan dan mengambil jalur lawan. Dari arah berlawanan melaju bus Damri, sehingga tabrakan pertama tidak terhindarkan,” jelasnya.

Usai benturan awal, bus Damri yang berada di belakang turut menghantam kendaraan di depannya, menyebabkan kecelakaan beruntun.

Pengemudi truk berinisial RS meninggal dunia, sementara dua pengemudi bus mengalami luka berat. Sejumlah penumpang juga harus dilarikan ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. “Total sementara tercatat 12 orang mengalami luka-luka dan satu korban meninggal dunia,” ujar AKP Bunga.

Polisi menyimpulkan penyebab utama kecelakaan berasal dari truk yang mengambil jalur berlawanan dan kini masih mendalami faktor pendukung lainnya. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com