Terseret Arus, Syaparden Ditemukan Tak Bernyawa

MELAWI – Setelah tiga hari pencarian tanpa henti sejak Jumat, 2 Januari 2026, jasad Syaparden (44), warga Desa Semadin Lengkong, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan pada Senin malam, (05/01/2026), sekitar pukul 22.15 WIB, atau berjarak kurang lebih 1,5 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam di Sungai Melawi.

Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian intensif yang melibatkan tim gabungan lintas instansi dan masyarakat setempat. Sejak hari pertama kejadian, Sungai Melawi disisir secara menyeluruh dengan pembagian sektor pencarian.

Diketahui, Syaparden berangkat dari rumahnya seorang diri pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, untuk memancing di Sungai Melawi menggunakan sampan milik pribadi. Namun hingga sore hari, korban tak kunjung kembali, sebelum akhirnya dilaporkan tenggelam.

Laporan kejadian tersebut segera ditindaklanjuti aparat, sehingga operasi pencarian langsung digelar sejak hari kejadian.

Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, SP., M.M., menyebutkan bahwa pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur serta dukungan masyarakat.

“Kami mengerahkan personel dengan membagi area pencarian di sepanjang aliran sungai. Alhamdulillah, setelah tiga hari, korban akhirnya berhasil ditemukan,” ujar Daniel saat dikonfirmasi, Senin (05/01/2026) malam.

Ia juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. “Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon, menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat bekerja dengan dedikasi penuh selama proses pencarian berlangsung. “Personel kami bersama tim gabungan bekerja siang dan malam. Kejadian ini harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di sungai,” tegas Kapolres.

Sebagai bentuk empati dan kehadiran negara di tengah masyarakat, personel Polres Melawi turut menghadiri prosesi pemakaman korban yang dilaksanakan pada Senin malam, 5 Januari 2026, sekitar pukul 22.30 WIB.

Anggota Pamapta III Polres Melawi, Aipda Samsul, menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga korban serta mengingatkan warga soal keselamatan di perairan.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga Syaparden dan warga Desa Semadin Lengkong. Tragedi tersebut kembali mengingatkan bahwa aktivitas di sungai, meski rutin dilakukan, tetap menyimpan risiko yang tidak boleh diabaikan. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com