Tabrakan kereta api dengan tiga bison di Hutan Bialowieza menegaskan meningkatnya ancaman infrastruktur terhadap satwa langka di kawasan konservasi.
WITOWO – Tabrakan antara kereta api penumpang dan tiga bison Eropa liar di kawasan Hutan Bialowieza, Polandia timur, Minggu (22/03/2026) pagi, menyoroti kembali ancaman serius infrastruktur transportasi terhadap kelangsungan satwa langka di habitat alaminya.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.00 waktu setempat itu mengakibatkan tiga bison mati di tempat setelah tertabrak kereta yang melintas dari Bialystok menuju Warsawa. Kereta tersebut membawa sekitar 50 penumpang dan dilaporkan tidak mengalami anjlok meski terjadi benturan keras.
Juru bicara kepolisian setempat, Konrad Karwacki, memastikan tidak ada korban jiwa dari pihak manusia dalam kejadian tersebut. “Tidak ada penumpang yang terluka, namun tiga hewan mati dalam kecelakaan ini,” ujarnya sebagaimana dilansir AFP, Senin, (23/03/2026).
Kecelakaan bermula saat sekelompok bison melintasi rel yang membelah kawasan Hutan Bialowieza, situs warisan dunia UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Pada saat bersamaan, kereta layanan jalur “Zubr”—sebutan lokal untuk bison—melintas dan tidak sempat menghindari kawanan tersebut.
Akibat kejadian itu, perjalanan kereta sempat tertunda sekitar satu setengah jam untuk proses evakuasi bangkai hewan sebelum akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan menuju ibu kota Polandia.
Peristiwa ini dinilai sebagai kejadian langka sekaligus memprihatinkan oleh kalangan ilmuwan. Profesor Rafal Kowalczyk dari Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia mengaku terkejut dengan jumlah korban dalam satu insiden. “Saya tidak ingat ada kejadian di mana tiga bison sekaligus tewas tertabrak kereta,” ungkapnya.
Bison Eropa dikenal sebagai mamalia darat terbesar di benua tersebut dengan bobot mencapai 900 kilogram untuk jantan dewasa. Populasinya saat ini diperkirakan sekitar 1.200 ekor di kawasan Hutan Bialowieza, hasil dari program konservasi jangka panjang setelah sempat punah di alam liar pasca Perang Dunia II.
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya mitigasi risiko di kawasan konservasi, khususnya pada jalur transportasi yang melintasi habitat satwa dilindungi. Tanpa langkah pengamanan tambahan, ancaman terhadap keberlangsungan spesies langka seperti bison Eropa diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangan infrastruktur modern. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan