Tim Gabungan Turun Tangan Atasi Kebakaran Batubara Satui

TANAH BUMBU — Upaya penanganan polusi asap yang berasal dari kebakaran batubara di kawasan longsoran KM 171 Desa Satui Barat, Kecamatan Satui, mulai dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Langkah tersebut melibatkan unsur Muspika Satui, aparat keamanan, pemerintah desa, serta pihak perusahaan PT MJAB.

Kegiatan penanganan lapangan dipimpin oleh Camat Satui Ferdi Yospi Libia Erwinda, bersama Kapolsek Satui Kompol Hardaya dan Kepala Desa Satui Barat Saiful Bahri. Personel gabungan dari TNI, Polri, relawan, serta aparatur desa turut dikerahkan untuk menekan dampak asap yang selama ini mengganggu warga.

Kapolsek Satui Kompol Hardaya menjelaskan bahwa operasi penanganan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi tim terpadu yang sebelumnya digelar pada akhir Februari 2026.

Menurut Hardaya, fokus utama tim saat ini adalah menurunkan suhu pada material batubara yang terbakar di bawah permukaan tanah.

“Langkah yang kami lakukan adalah menyiram titik-titik panas secara intensif agar suhu di dalam timbunan batubara bisa turun,” ujar Hardaya pada Rabu (04/03/2026).

Untuk menjangkau area yang sulit, tim memanfaatkan sumber air dari kolam bekas tambang yang berada tidak jauh dari lokasi. Air tersebut dipompa menggunakan mesin khusus yang ditempatkan di atas ponton atau rakit terapung.

Penyiraman dilakukan dengan selang bertekanan tinggi yang diarahkan langsung ke titik asap paling pekat.

Hardaya menyebut metode ini dipilih karena mampu menembus lapisan material batubara yang masih menyimpan panas di bawah permukaan.

“Operator di lapangan mengarahkan semprotan air ke lokasi yang mengeluarkan asap paling tebal. Proses ini dilakukan bergantian dari satu titik panas ke titik lainnya,” jelasnya.

Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah meluasnya kebakaran bawah tanah yang dapat memicu asap tebal dan berdampak pada kualitas udara di sekitar kawasan tersebut.

Meski tidak terlihat adanya api terbuka, proses pembakaran di bawah permukaan tanah tetap menjadi ancaman serius bagi lingkungan.

Oleh karena itu, seluruh peralatan pendukung seperti mesin diesel, pompa air, selang tekanan tinggi, serta alat pelindung diri (APD) disiagakan selama proses penanganan berlangsung.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, intensitas asap di beberapa titik dilaporkan mulai menurun setelah dilakukan penyiraman secara masif.

Namun demikian, petugas masih menemukan sisa panas di bawah permukaan tanah yang berpotensi memicu asap baru.

“Secara umum asap mulai berkurang, tetapi masih ada panas yang tersisa di bawah tanah. Karena itu penyiraman akan terus dilakukan hingga benar-benar aman,” kata Hardaya.

Tim terpadu juga terus melakukan pemantauan di sekitar area longsoran untuk memastikan asap tidak kembali meningkat dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Warga setempat diimbau tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari petugas yang masih bekerja di lokasi. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com