KOTAWARINGIN TIMUR – Bermain di danau sore hari ternyata berakhir tragis bagi Ananda Putra Wijaya (18). Remaja itu ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di danau Perumahan Bina Karya, Jalan Jenderal Sudirman Km 6, Desa Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis (26/02/2026).
Warga sekitar menuturkan, Ananda terlihat mencoba menyeberangi danau untuk menyusul teman-temannya yang lebih dulu berada di seberang. Namun, jarak yang cukup jauh dan kondisi fisik yang kelelahan membuat remaja itu tak mampu kembali ke tepian.
“Dia berenang sendiri, jaraknya lumayan jauh. Kami sempat menunggu dari tepi, tapi ternyata korban tak muncul lagi,” kata seorang tetangga yang menyaksikan kejadian.
BPBD Kotim langsung menerima laporan sekitar pukul 17.38 WIB dan menerjunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi. Multazam, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, menjelaskan kronologi operasi pencarian.
“Begitu laporan masuk, tim kami bergerak cepat. Lokasinya cukup menantang, air keruh dan kedalamannya hampir 2 meter, jadi penyelaman dilakukan dengan hati-hati. Kami dibantu PMI, SAR, polisi, aparat kelurahan, dan warga,” jelas Multazam.
Pencarian berlangsung sekitar 50 menit dengan menyisir titik-titik di sekitar danau. Saat matahari mulai tenggelam, tim menambah penerangan agar proses evakuasi tetap aman. Akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 19.50 WIB, berada 20–25 meter dari bibir danau. “Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Murjani. Keluarga telah kami hubungi, dan proses penanganan berlangsung lancar,” tambah Multazam.
Kejadian ini memicu duka dan kesedihan di kalangan warga. Sejumlah orang menekankan pentingnya kewaspadaan saat anak-anak atau remaja berenang di perairan umum. “Ini peringatan bagi semua orang tua dan remaja. Jangan remehkan danau, meski terlihat dangkal, berenang sendirian bisa berakhir fatal,” ujar salah seorang warga yang ikut menyaksikan proses pencarian.
Tragedi ini menjadi pengingat nyata bahwa aktivitas sederhana seperti bermain atau berenang di danau memerlukan pengawasan, persiapan, dan kesadaran risiko, agar momen bersenang-senang tidak berubah menjadi petaka. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan