CEBU CITY – Tragedi mengerikan terjadi di Filipina bagian tengah. Sebuah gunungan sampah raksasa runtuh di Tempat Pembuangan Sampah Binaliw, Cebu City, Kamis (08/01/2026) sore, menewaskan satu orang dan membuat puluhan lainnya hilang, dikhawatirkan tertimbun. Laporan insiden ini dirilis oleh AFP dan Associated Press pada Jumat (09/01/2026).
Insiden ini melibatkan pekerja sanitasi yang tengah menangani sampah ketika timbunan setinggi empat lantai itu tiba-tiba ambruk.
“Asalnya seperti gedung empat lantai yang tiba-tiba menimpa mereka,” ujar Jason Morata, asisten petugas informasi publik setempat, menggambarkan skala runtuhan sampah tersebut.
Brigadir Jenderal Roderick Maranan, Direktur Kepolisian Regional, menyebut korban tewas adalah seorang pekerja wanita yang meninggal saat dibawa ke rumah sakit Kamis (08/01/2026). “Beberapa korban luka-luka lainnya juga segera dilarikan untuk mendapatkan perawatan,” kata Maranan.
Wali Kota Cebu City, Nestor Archival, melalui akun Facebook, menyebut setidaknya 12 pekerja berhasil diselamatkan dari timbunan sampah dan kini menjalani perawatan intensif. Ia menegaskan operasi pencarian masih terus berjalan untuk 38 orang yang hilang. Laporan terakhir mengenai operasi ini disampaikan Jumat (09/01/2026).
“Semua tim tanggap darurat bekerja maksimal untuk menemukan korban yang masih tertimbun, sambil tetap mematuhi protokol keselamatan,” ujar Archival.
Foto udara yang dirilis kepolisian memperlihatkan bangunan yang hancur tertimbun sampah, sebelumnya digunakan sebagai kantor, HRD, administrasi, dan ruang pemeliharaan perusahaan swasta yang mengelola TPA tersebut.
Penyebab runtuhnya gunungan sampah masih dalam penyelidikan. Morata mengatakan faktor cuaca ekstrem akhir tahun 2025, termasuk dua topan dan gempa bumi, mungkin berkontribusi.
Jaylord Antigua, salah satu pekerja kantor, mengaku insiden terjadi begitu cepat tanpa peringatan dan saat cuaca terlihat normal.
Menurut situs operator Prime Integrated Waste Solutions, TPA ini memproses sekitar 1.000 ton sampah padat dari kota setiap hari.
Tragedi ini menjadi peringatan keras tentang risiko keselamatan di fasilitas pengelolaan sampah dan urgensi peningkatan protokol keamanan bagi para pekerja. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan