BANJARMASIN – Musibah tenggelam kembali merenggut nyawa anak-anak di Kota Banjarmasin. Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 11 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kondisi lemas saat berenang di kawasan Jalan Manggis, Gang Taufik, Banjarmasin, pada Minggu (11/01/2026) siang.
Korban diketahui bernama Rakaan Muhammad Fahid Sumilad, seorang anak yang tinggal di Panti Asuhan Ashabul Yamin. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 Wita saat korban tengah beraktivitas bersama teman-temannya di sekitar lokasi kejadian.
Relawan yang menerima laporan dari pihak keluarga korban, Halim, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah kejadian.
“Berdasarkan informasi yang kami terima dari keluarga, korban meninggal sekitar pukul 13.30 Wita. Korban merupakan anak panti asuhan Ashabul Yamin,” ujar Halim saat dikonfirmasi.
Menurut informasi yang beredar di lingkungan sekitar, korban sempat bermain dan berenang bersama sejumlah temannya. Namun, di tengah aktivitas tersebut, korban diduga mengalami kelelahan hingga akhirnya tenggelam. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian segera memberikan pertolongan setelah mengetahui korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat beberapa warga berupaya melakukan pertolongan pertama dengan memberikan bantuan pernapasan. Upaya tersebut dilakukan sebelum korban dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Warga sempat berusaha menolong dan memberikan napas buatan. Namun kondisi korban sudah sangat lemah,” kata Halim.
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Prosesi pemulasaraan jenazah berlangsung pada Ahad sore. Jenazah dishalatkan di Ruang Induk Masjid Al Mukhlisin Banjarmasin setelah salat Asar, sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Alkah Muhammadiyah 2, Liang Anggang.
Pihak keluarga korban menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Mereka juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Keluarga memohon doa dari semua pihak serta memaafkan apabila almarhum semasa hidup memiliki kesalahan. Mereka berharap kejadian ini menjadi pelajaran dan perhatian bersama,” tutup Halim.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya saat bermain di area perairan, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan