KETAPANG — Detik-detik mencekam terjadi di PLTU Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalbar, saat empat pekerja tengah membersihkan debu batu bara yang mengeras di cerobong pembuangan. Dua pekerja tewas, sementara Vemas (38) berhasil selamat dan membagikan pengalamannya yang menegangkan.
“Kami berempat berada dalam cerobong. Tiba-tiba debu dari atas runtuh dan langsung menimpa kami,” ujar Vemas, Kamis (22/01/2026).
Vemas mengisahkan bagaimana ia sempat berusaha menyelamatkan rekan-rekannya dengan menarik body harness, namun dua pekerja yang berada di posisi paling bawah tak sempat menghindar. “Saya sendiri tertimbun sampai leher. Tidak bisa bergerak atau berteriak. Kawan yang satunya sempat minta tolong, tapi debu keras seperti tanah membuat semuanya sulit,” katanya.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, saat para pekerja membuat lubang di cerobong. Debu batu bara yang terkena hujan mengeras, sehingga runtuh saat pegangan yang dilas pada dinding plat cerobong tiba-tiba ambruk.
Suara benturan keras disertai getaran hebat sempat terdengar oleh rekan kerja di sekitar lokasi, yang langsung memberikan pertolongan. Usai dievakuasi, korban dibawa ke RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Dua korban yang meninggal adalah JN (35) dan RN (32), sementara Vemas dan HR (30) selamat setelah menjalani observasi. “Awalnya saya berada di bawah, lalu naik ke atas. Tidak lama kemudian runtuhan terjadi. Debu itu keras sekali karena kena hujan,” tambah Vemas.
Manajemen PLTU Sukabangun belum memberikan keterangan resmi, sementara aparat sedang menyelidiki apakah kecelakaan ini terkait kelalaian prosedur K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). “Kami ingin memastikan penyebabnya, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran prosedur keselamatan,” kata salah satu petugas yang menangani investigasi.
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan ketat dan standar keselamatan di area kerja berisiko tinggi, khususnya di pembangkit listrik yang melibatkan material berat dan berbahaya. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan