Korban tenggelam di Sungai Kahayan ditemukan setelah dua hari pencarian, operasi SAR resmi dihentikan.
PULANG PISAU – Operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Kahayan, Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, resmi dihentikan setelah Ahmad Siddik Suriatna (21) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (18/03/2026).
Korban ditemukan oleh warga yang melintas menggunakan perahu klotok saat melihat tubuh mengapung di aliran sungai, sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian. Informasi tersebut segera dilaporkan kepada Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan yang masih bersiaga di sekitar lokasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung bergerak menuju titik penemuan untuk melakukan evakuasi dan memastikan identitas korban.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya A.A. Ketut Alit Supartana membenarkan bahwa korban telah ditemukan sehingga operasi resmi dihentikan.
“Korban telah ditemukan dan dievakuasi, Operasi SAR resmi kami tutup,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Tribun Kalteng, Rabu (18/03/2026).
Ia menambahkan seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian telah kembali ke satuan masing-masing setelah tugas dinyatakan selesai. “Seluruh personel yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing,” kata Alit.
Koordinator lapangan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Antonius Tri Antoro menjelaskan bahwa posisi korban tidak jauh dari titik awal dilaporkan tenggelam. “Berawal dari laporan warga yang melintasi sungai, korban ditemukan sekitar 500 meter dari titik awal lokasi kejadian,” ujarnya.
Setelah proses evakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya, untuk diserahkan kepada pihak keluarga. “Korban dievakuasi ke rumah duka dan diserahkan kepada keluarga,” katanya.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang telah berlangsung selama dua hari melibatkan berbagai unsur gabungan dinyatakan selesai. Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, khususnya di aliran sungai dengan arus yang berpotensi berbahaya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan