SAMBAS – Ancaman kecelakaan lalu lintas akibat jalan licin kembali menghantui pengguna jalan di wilayah Sambas. Tumpahan crude palm oil (CPO) dan solar dari kendaraan angkutan berat dilaporkan berulang kali mencemari badan jalan, memicu respons cepat dari petugas pemadam kebakaran setempat.
Masalah ini mendapat sorotan serius dari Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pemadam Kebakaran Sambas. Ia menilai kelalaian kendaraan pengangkut menjadi faktor utama munculnya titik-titik rawan kecelakaan di jalan umum.
“Dalam dua pekan terakhir, laporan tumpahan CPO dan solar terus masuk. Ini bukan kejadian tunggal, tapi berulang dan sangat membahayakan,” ujar Yakob saat ditemui pada Jumat, (30/01/2026).
Yakob mengungkapkan, tim Damkar Sambas bahkan harus turun langsung membersihkan jalan di sejumlah lokasi, termasuk insiden terbaru yang terjadi pada 30 Januari 2026 di Dusun Siapat, Desa Lorong, tepat di jalur tikungan yang rawan kecelakaan. Sebelumnya, kejadian serupa juga tercatat pada 17 Januari 2026. “Lokasinya bukan jalan lurus, tapi tikungan. Kalau dibiarkan, risikonya fatal, terutama bagi pengendara sepeda motor,” tegasnya.
Dalam proses pembersihan, petugas pemadam kebakaran tidak hanya menyiram air ke badan jalan. Penanganan dilakukan dengan metode khusus karena karakter tumpahan yang licin dan sulit dihilangkan. “Air saja tidak cukup. Harus dicampur sabun cuci supaya lapisan licin dari CPO dan solar bisa terangkat,” jelas Yakob.
Ia menambahkan, sejumlah kecelakaan lalu lintas sebelumnya diduga kuat dipicu oleh kondisi jalan yang tercemar tumpahan bahan bakar maupun minyak sawit mentah. “Kami sudah menerima laporan kecelakaan akibat jalan licin. Ban kendaraan mudah selip, dan ini sangat berbahaya,” katanya.
Yakob pun mendesak perusahaan angkutan maupun pengemudi kendaraan pengangkut CPO dan solar agar tidak mengabaikan aspek keselamatan sebelum melintas di jalan umum. “Jangan tunggu korban. Kendaraan harus dicek sejak awal. Pastikan tangki dan muatan aman, tidak bocor, sebelum turun ke jalan,” tandasnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terus berulang, mengingat jalan raya merupakan fasilitas publik yang menyangkut keselamatan banyak orang. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan