Trump Ancam Balasan Mematikan Usai Tiga Tentara AS Tewas

WASHINGTON — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin tajam setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan ancaman balasan keras menyusul tewasnya tiga personel militer Amerika dalam operasi yang sedang berlangsung.

Dalam pidato video dari Florida yang dilaporkan AFP pada Senin (02/02/2026), Trump menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi korban jiwa di kubu Amerika.

Trump menyatakan, “Saya kembali menyerukan kepada Garda Revolusi, militer, dan aparat keamanan Iran untuk menghentikan perlawanan serta memilih jalan aman, atau bersiap menghadapi konsekuensi yang sangat fatal.”

Ia juga menambahkan bahwa konflik ini tidak akan berakhir tanpa tekanan kuat dari Washington.

Menurutnya, “Jika mereka tetap menolak, dampaknya akan sangat berat dan tidak akan mudah dihadapi.”

Situasi memanas setelah wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS dan Israel. Peristiwa itu memicu respons balasan dari Teheran berupa serangan rudal dan drone terhadap target militer di berbagai wilayah Timur Tengah.

Serangan tersebut bahkan berdampak hingga ke Uni Emirat Arab, dengan sejumlah fasilitas ekonomi dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan.

Pentagon kemudian mengonfirmasi bahwa tiga tentara AS tewas dan lima lainnya mengalami luka serius dalam operasi militer bertajuk Epic Fury. Trump mengakui bahwa kemungkinan korban tambahan masih terbuka.

Ia mengatakan, “Kami menyadari bahwa operasi ini bisa menimbulkan korban lebih lanjut sebelum benar-benar selesai.” Meski demikian, ia menegaskan bahwa Washington akan merespons secara tegas.

Trump menuturkan, “Amerika akan membalas kehilangan ini dan memberikan tekanan maksimal kepada pihak yang memicu konflik.”

Di dalam negeri, langkah tersebut menuai kritik. Tokoh Demokrat di DPR AS, Hakeem Jeffries, menilai keputusan militer itu sebagai tindakan terburu-buru yang berisiko memperluas konflik.

Ketegangan juga merembet ke Pakistan, di mana kerusuhan menyebabkan sedikitnya 17 korban jiwa. Massa bahkan dilaporkan mencoba mendekati konsulat AS di Karachi.

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa konflik tidak lagi bersifat lokal, melainkan berpotensi meluas menjadi krisis kawasan yang lebih besar. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com