WASHINGTON – Presiden Donald Trump memperkirakan operasi militer terhadap Iran tidak akan berlangsung singkat. Ia menyebut rangkaian serangan yang dilakukan bersama Israel kemungkinan akan berjalan selama beberapa minggu ke depan.
Dalam pernyataannya pada 2 Maret 2026, Trump menggambarkan operasi tersebut sebagai kampanye militer yang telah dirancang dengan kerangka waktu tertentu. “Sejak awal kami melihat operasi ini sebagai tahapan yang membutuhkan waktu sekitar satu bulan,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa skala Iran tidak akan mengubah durasi operasi. “Terlepas dari kekuatan yang dimiliki Iran, proses ini tetap diperkirakan selesai dalam hitungan minggu, bahkan bisa lebih cepat,” katanya.
Operasi gabungan yang dimulai pada 28 Februari 2026 itu dilaporkan telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, sekaligus melemahkan sejumlah elemen pertahanan negara tersebut.
Serangan menyasar berbagai fasilitas strategis, termasuk pusat komando Korps Garda Revolusi Islam, lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan udara militer, hingga sistem pertahanan udara.
Data dari Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan bahwa lebih dari 200 orang tewas dan hampir 750 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang menghantam 24 dari 31 provinsi.
Di sisi lain, CENTCOM menyatakan tengah menelaah laporan mengenai dampak serangan terhadap fasilitas sipil, termasuk dugaan insiden di sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran.
Sementara itu, Angkatan Udara Israel disebut mengerahkan lebih dari 200 jet tempur dalam salah satu operasi udara terbesar mereka, dengan target sistem pertahanan dan peluncur rudal di wilayah barat dan tengah Iran.
Militer Israel mengklaim telah menghantam ratusan sasaran strategis, termasuk instalasi peluncur rudal dan sistem pertahanan udara. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan