WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Kuba agar segera “membuat kesepakatan” dengan Washington. Jika tidak, Trump menegaskan Havana harus bersiap menghadapi konsekuensi berat, termasuk terputusnya aliran minyak dan dukungan finansial dari Venezuela.
Ancaman itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya. Dalam unggahan tersebut, Trump menekankan bahwa Amerika Serikat akan memastikan tidak ada lagi sumber daya vital yang mengalir ke Kuba.
“Tidak akan ada lagi minyak dan tidak ada lagi uang yang masuk ke Kuba. Nol. Saya menyarankan mereka segera mengambil keputusan sebelum semuanya terlambat,” tulis Trump, seperti dilaporkan AFP.
Pernyataan tersebut muncul hanya sepekan setelah pasukan Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sebuah langkah yang memicu ketegangan baru di kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Sebelumnya, pada Minggu (11/01/2025), Trump juga mengunggah ulang sebuah pesan yang menyiratkan kemungkinan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjadi presiden Kuba di masa depan, menggantikan pemerintahan komunis yang berkuasa saat ini. Unggahan itu kemudian ia komentari secara singkat. “Itu terdengar menarik,” tulis Trump menanggapi pesan tersebut.
Tak lama berselang, Trump kembali menyinggung ketergantungan Kuba terhadap Venezuela. Ia menyebut selama bertahun-tahun Kuba bertahan hidup berkat pasokan minyak dan sokongan dana besar dari Caracas.
Menurut Trump, sebagai imbalan atas bantuan tersebut, Kuba menyediakan layanan keamanan bagi kepemimpinan Venezuela. Namun ia menegaskan kerja sama itu kini tidak lagi relevan.
“Sebagai balasannya, Kuba memberikan perlindungan keamanan bagi dua pemimpin otoriter terakhir Venezuela. Tapi sekarang, itu sudah berakhir,” tulis Trump.
Dalam pernyataan lanjutan, Trump juga mengklaim bahwa situasi di kawasan telah berubah drastis. Ia menyebut Venezuela tidak lagi membutuhkan dukungan dari pihak-pihak yang selama ini, menurutnya, menekan rakyat negara tersebut.
“Venezuela tidak lagi memerlukan jasa kelompok yang selama bertahun-tahun menindas dan memeras rakyatnya,” tambah Trump.
Di bawah embargo perdagangan Amerika Serikat, Kuba sejak tahun 2000 semakin bergantung pada minyak Venezuela, sebagai bagian dari kesepakatan bilateral yang dibangun pada era Presiden Venezuela Hugo Chavez, pendahulu Maduro.
Sementara itu, Nicolas Maduro hingga kini masih ditahan di New York. Situasi di Venezuela pun terbelah. Sebagian warga menuntut pembebasan Maduro, sementara kelompok lainnya menanti realisasi janji pembebasan tahanan politik yang dipenjara selama masa pemerintahannya.
Pernyataan Trump tersebut kembali menegaskan pendekatan konfrontatif Washington terhadap Havana, sekaligus membuka babak baru ketegangan geopolitik di kawasan Karibia pasca-penangkapan Maduro. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan