BENGKULU – Warga Kelurahan Tengah Padang, Kota Bengkulu, diliputi duka setelah seorang pemuda berinisial MR (20) ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Sabtu (27/12/2025). Peristiwa tersebut terjadi pada waktu Subuh dan bertepatan dengan hari ulang tahun korban. Kejadian ini mengejutkan lingkungan sekitar sekaligus memunculkan keprihatinan terhadap kondisi kesehatan mental generasi muda.
Korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarga di kamar mandi rumah. Mengetahui kondisi tersebut, keluarga segera meminta bantuan dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan medis berupa visum luar. Namun, saat ditemukan, korban telah dalam keadaan tidak bernyawa.
Perangkat lingkungan setempat membenarkan adanya kejadian tersebut. Ketua RT setempat menjelaskan bahwa laporan diterimanya datang pada dini hari. Menurutnya, korban ditemukan dalam kondisi tergantung dengan menggunakan sabuk yang biasa dipakai untuk kegiatan bela diri. Aparat lingkungan segera berkoordinasi dengan keluarga dan pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui masih berstatus mahasiswa dan sehari-hari membantu orang tuanya berdagang sembako di depan rumah. Di mata warga, korban dikenal tertutup dan jarang menimbulkan persoalan di lingkungan sekitar. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai motif atau penyebab korban mengakhiri hidupnya.
Pihak kepolisian menerima laporan kejadian tersebut dan melakukan langkah-langkah awal sesuai prosedur. Setelah proses visum luar selesai, jenazah korban dipulangkan ke rumah duka. Keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan memilih untuk segera melaksanakan pemakaman.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan remaja dan mahasiswa yang kerap menghadapi tekanan akademik, sosial, maupun ekonomi. Para pemerhati kesehatan mental menilai peran keluarga, lingkungan, dan institusi pendidikan sangat krusial dalam mendeteksi perubahan perilaku serta memberikan dukungan emosional sejak dini.
Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi berlebihan dan menghormati privasi keluarga yang ditinggalkan. Di sisi lain, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diharapkan memperkuat akses layanan konseling serta edukasi kesehatan mental agar kasus serupa tidak kembali terjadi. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan