BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten Bulungan mulai merealisasikan program penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran bantuan sarana usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Puluhan gerobak usaha diserahkan kepada pedagang sebagai bagian dari strategi mendorong peningkatan kualitas dan daya saing usaha lokal, khususnya di kawasan Taman Tepian Sungai Kayan, Tanjung Selor.
Pada tahap awal pelaksanaan program tahun 2025, Pemkab Bulungan menyalurkan sebanyak 60 unit gerobak UMKM kepada para pedagang yang beraktivitas di kawasan tersebut. Selain bantuan fisik, pemerintah daerah juga memberikan insentif berupa pembebasan retribusi bagi UMKM penerima bantuan agar mereka dapat lebih leluasa mengembangkan usahanya tanpa terbebani biaya tambahan.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa penyaluran gerobak usaha ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan usaha masyarakat kecil. Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya sebatas bantuan sarana, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Pemerintah daerah ingin UMKM kita tumbuh dengan kondisi usaha yang lebih layak, tertata, dan mampu bersaing. Gerobak ini kami siapkan agar pelaku usaha bisa berjualan dengan lebih nyaman dan profesional,” ujar Syarwani saat dikonfirmasi, Minggu (11/01/2026).
Ia menyampaikan bahwa UMKM memiliki posisi penting dalam struktur perekonomian daerah karena menyerap tenaga kerja dan menjadi penopang ekonomi keluarga. Oleh sebab itu, pemerintah daerah berkewajiban memberikan dukungan konkret agar sektor ini terus berkembang.
“UMKM adalah kekuatan utama ekonomi rakyat. Kalau sektor ini kuat, maka perekonomian daerah juga akan ikut bergerak,” katanya.
Selain bantuan gerobak, kebijakan pembebasan retribusi dinilai sebagai langkah strategis untuk meringankan beban pelaku usaha. Menurut Syarwani, kebijakan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen.
“Retribusi kami nolkan agar pelaku usaha bisa fokus memperbesar usahanya, bukan justru terbebani pungutan,” jelasnya.
Penataan kawasan Tepian Sungai Kayan dengan penggunaan gerobak seragam juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih tertib dan menarik. Pemerintah berharap kawasan tersebut dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
“Kami ingin Tepian Sungai Kayan tidak hanya ramai, tetapi juga tertata rapi dan menjadi ikon UMKM serta kuliner daerah,” ujarnya.
Program ini mendapat respons positif dari para pelaku UMKM. Salah seorang pedagang, Reza, mengaku bantuan gerobak dan kebijakan retribusi gratis memberikan dampak langsung bagi usahanya.
“Dengan fasilitas baru, lapak kami terlihat lebih bersih dan rapi. Pembeli juga lebih tertarik untuk singgah,” tuturnya.
Para pelaku UMKM berharap program serupa dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha kecil di Kabupaten Bulungan. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan