TARAKAN – Pameran Kriya Nusa Kaltara 2025 menjadi salah satu magnet ekonomi kreatif di penghujung tahun. Sekitar 60 stan dari berbagai sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kriya, hingga instansi pemerintah memadati area Tarakan Art Center, Kota Tarakan, sejak Minggu (28/12/2025). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 1 Januari 2026 dan terbuka untuk umum.
Pameran tersebut menghadirkan ragam produk unggulan lokal, mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan, fesyen batik, hingga produk kreatif lainnya. Selain pelaku UMKM, sejumlah perangkat daerah, badan usaha milik daerah, serta lembaga vertikal turut ambil bagian dalam memeriahkan ajang ini.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan menjelaskan, komposisi stan didominasi oleh pelaku UMKM. Dari total sekitar 60 stan, sebanyak 46 di antaranya disiapkan khusus untuk kriya dan kuliner, sementara sisanya diisi oleh perangkat daerah dan instansi pendukung.
“Kegiatan hari ini menampilkan berbagai kategori, mulai dari UMKM kuliner, kriya, hingga partisipasi perangkat daerah dan instansi lain. Semuanya kami satukan dalam satu ruang agar masyarakat bisa menikmati sekaligus mengenal produk lokal Tarakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, stan kriya tercatat berjumlah 14 unit, sedangkan selebihnya diisi oleh pelaku usaha kuliner. Menurutnya, keberagaman produk yang ditampilkan menjadi daya tarik tersendiri karena mencerminkan kekayaan kreativitas masyarakat Kalimantan Utara.
Pameran ini merupakan inisiatif Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tarakan yang bertujuan mendorong pelaku UMKM naik kelas sekaligus memperluas akses pasar. Pelaksanaannya sengaja dirangkai dengan momentum akhir tahun agar masyarakat memiliki alternatif lokasi merayakan pergantian tahun.
“Acara ini kami buka hingga malam tahun baru. Jadi masyarakat yang ingin menghabiskan malam pergantian tahun bisa datang ke sini, menikmati pameran sekaligus hiburan,” katanya.
Jam operasional pameran dibuka hingga pukul 22.00 WITA setiap harinya. Khusus hari pertama, pengunjung dapat datang mulai sore hingga malam, sementara hari berikutnya pameran dibuka sejak pukul 10.00 WITA.
Menanggapi masukan dari pelaku UMKM terkait waktu pelaksanaan, pihak Disbudporapar mengakui adanya harapan agar kegiatan serupa digelar tidak selalu di akhir tahun. Ia menjelaskan, sebelumnya pameran ini sempat direncanakan bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kota Tarakan, namun menyesuaikan dengan agenda kepala daerah.
“Ke depan, tentu masukan ini akan kami evaluasi. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa kembali digelar dengan waktu yang lebih strategis agar dampaknya bagi UMKM semakin maksimal,” ucapnya.
Pemerintah Kota Tarakan berharap Kriya Nusa Kaltara tidak hanya menjadi agenda tahunan seremonial, tetapi mampu menjadi ruang promosi berkelanjutan bagi pelaku ekonomi kreatif lokal. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan