Uni Eropa Tak Main-main, Pejabat Iran Masuk Daftar Hitam

BRUSSELS – Uni Eropa kembali memperketat tekanan terhadap Iran dengan menjatuhkan sanksi baru kepada sejumlah pejabat tinggi negara tersebut. Salah satu nama yang masuk daftar adalah Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni, yang dinilai bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia dalam penanganan demonstrasi di dalam negeri.

Keputusan sanksi diumumkan Dewan Uni Eropa pada Kamis (29/01/2026). Dalam pernyataan resminya, blok Eropa menyebut langkah ini diambil menyusul tindakan represif aparat Iran terhadap aksi protes damai.

“Dewan memutuskan untuk menjatuhkan tindakan pembatasan terhadap 15 individu dan enam entitas tambahan yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia serius di Iran,” demikian pernyataan Dewan Uni Eropa yang dikutip AFP, Kamis (29/01/2026).

Uni Eropa menilai para pejabat tersebut terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penggunaan kekerasan berlebihan, penahanan sewenang-wenang, serta intimidasi terhadap demonstran oleh aparat keamanan.

Selain Momeni, sanksi juga dijatuhkan kepada Jaksa Agung Iran Mohammad Movahedi-Azad dan Iman Afshari, hakim ketua yang disebut memiliki peran penting dalam proses hukum terhadap para pengunjuk rasa.

Dalam keterangannya, Uni Eropa menegaskan, “Para pihak yang dikenai sanksi terbukti berperan dalam penindasan keras terhadap protes damai serta penangkapan sewenang-wenang aktivis politik dan pembela hak asasi manusia.”

Dengan tambahan sanksi terbaru ini, daftar pelanggar HAM Iran yang dikenai hukuman oleh Uni Eropa kini mencakup 247 individu dan 50 organisasi. Seluruh pihak tersebut akan menghadapi pembekuan aset serta pembatasan akses ke wilayah Eropa.

“Langkah-langkah yang diberlakukan mencakup pembekuan aset, larangan perjalanan ke Uni Eropa, serta larangan penyediaan dana atau sumber daya ekonomi bagi mereka yang terdaftar,” lanjut pernyataan Dewan Uni Eropa.

Sanksi ini menjadi sinyal keras dari Brussels bahwa Uni Eropa tidak akan melonggarkan sikapnya terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Iran, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan sorotan internasional terhadap situasi domestik negara tersebut. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com