BANJARMASIN – Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok remaja diduga terlibat aksi tawuran bersenjata tajam di kawasan Kayutangi, Kota Banjarmasin, viral di media sosial pada Minggu (11/01/2026). Rekaman tersebut memicu keresahan warga karena memperdengarkan suara benturan logam yang diduga berasal dari senjata tajam yang diseret di jalanan gang permukiman.
Dalam video berdurasi singkat itu, tampak dua kelompok remaja saling berhadapan dari arah berbeda. Narasi dalam rekaman memperdengarkan suara teriakan keras disertai bunyi gesekan yang menyerupai senjata tajam jenis samurai. Situasi terlihat mencekam karena peristiwa terjadi di lingkungan padat penduduk.
“Bunyinya keras, seperti besi diseret di aspal,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya saat dimintai keterangan.
Warga lainnya menyebutkan bahwa kelompok remaja tersebut sempat saling mendekat sambil membawa benda panjang yang diduga senjata tajam. Teriakan dari kedua kelompok terdengar jelas dan memecah keheningan dini hari.
“Mereka teriak-teriak, kami tidak berani keluar rumah. Takut kena sasaran,” kata warga tersebut.
Akibat kejadian itu, satu rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Kaca jendela rumah pecah setelah terkena lemparan benda keras yang diduga berasal dari salah satu kelompok remaja. Tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut, namun warga mengaku trauma dan khawatir aksi serupa kembali terulang.
Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa diduga terjadi pada Minggu (11/01/2026) dini hari sekitar pukul 04.45 hingga 05.00 Wita. Lokasi kejadian disebut berada di Jalan Cemara, tepatnya di Komplek Cemara 1 Perumnas Kayutangi, Banjarmasin.
“Sekitar subuh kejadiannya, suasana masih gelap dan sepi,” ungkap warga setempat.
Warga berharap aparat keamanan segera mengambil tindakan tegas untuk mencegah terulangnya aksi tawuran, khususnya yang melibatkan senjata tajam di lingkungan permukiman. Mereka menilai kejadian tersebut sangat membahayakan keselamatan masyarakat, terutama karena terjadi di kawasan padat penduduk dan pada waktu rawan.
“Kami berharap ada patroli rutin. Jangan sampai ada korban jiwa baru ditindak,” tegas seorang warga. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan