Gambar Ilustrasi

Warung Terbakar Saat Memasak, Polisi Lakukan Olah TKP

TABALONG – Kebakaran yang melanda sebuah warung di Desa Warukin RT 10, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Minggu (08/02/2026) sekitar pukul 17.40 Wita, menimbulkan kepanikan warga sekitar. Peristiwa tersebut tidak hanya menghanguskan bangunan kios, tetapi juga menyebabkan seorang penjaga mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan medis.

Petugas dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tabalong segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kebakaran.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo melalui Kasi Humas Polres Tabalong Iptu Heri Siswoyo, Senin (09/02/2026), menerangkan bahwa bangunan yang terbakar merupakan kios milik Yafeet Rombe Allo. “Korban yang mengalami luka bakar adalah Rada (23), penjaga kios dan warga Desa Tanta RT 05, Kecamatan Tanta,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan korban dan sejumlah saksi, kebakaran diduga bermula saat korban sedang memasak di dapur kios. Dalam kondisi kompor masih menyala, korban sempat meninggalkan masakan untuk melayani pembeli di bagian depan.

Tak lama kemudian, aroma hangus tercium dari arah dapur. Saat korban berupaya mematikan kompor, api telah membesar dan mengenai kedua kakinya. “Korban kemudian keluar kios sambil meminta pertolongan warga di sekitar lokasi,” jelas Heri.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan bantuan pemadaman awal sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Api akhirnya dapat dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 18.30 Wita setelah armada pemadam gabungan tiba di lokasi.

Akibat insiden tersebut, bagian dalam kios hangus terbakar bersama sejumlah barang, antara lain dua unit telepon genggam, uang tunai sekitar Rp1 juta, tiga unit lemari pendingin, peralatan dapur, serta berbagai kebutuhan pokok dagangan. Kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai Rp25 juta.

Sementara itu, korban mengalami luka bakar pada kedua kaki dengan tingkat cedera sekitar 18 persen dan telah mendapatkan penanganan medis. Dugaan awal, sumber api berasal dari kompor yang ditinggalkan dalam keadaan menyala saat proses memasak berlangsung.

Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan peralatan memasak maupun perangkat listrik di rumah atau tempat usaha. “Pastikan seluruh peralatan dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan untuk mencegah terjadinya kebakaran,” pungkasnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com