Waspada! Ular Piton Masuk Motor Saat Air Pasang

BANJARMASIN — Warga kawasan Tatah Bangkal, Kota Banjarmasin, dibuat terkejut setelah seekor ular piton berukuran besar ditemukan bersembunyi di dalam sepeda motor. Hewan melata tersebut diketahui meringkuk di bagian box dan kerangka motor, diduga terbawa arus air pasang yang menggenangi permukiman.

Peristiwa tak biasa itu terjadi pada Sabtu (03/01/2026) dan sempat menjadi perhatian warga sekitar. Dari rekaman yang beredar, ular piton tampak melingkar rapat di dalam rangka kendaraan, mengisi hampir seluruh ruang kosong sepeda motor.

Informasi penemuan ular tersebut pertama kali beredar melalui unggahan akun Instagram @info_banjarmasin. Dalam unggahan itu, terlihat bagian box motor terbuka dan dimanfaatkan ular untuk masuk dan bersembunyi.

Diduga kuat, ular tersebut mencari tempat yang kering, hangat, dan aman setelah terbawa genangan air pasang yang masih merendam sejumlah titik di Kota Banjarmasin.

Di sekitar lokasi penemuan motor, air masih menggenang cukup tinggi. Kondisi ini membuat warga diminta lebih waspada, karena tidak menutup kemungkinan hewan liar lain ikut terbawa arus, terutama saat banjir rob masih terjadi.

Fenomena kemunculan ular di area permukiman disebut kerap terjadi saat air pasang. Sejumlah wilayah di Banjarmasin diketahui tengah dilanda banjir rob dengan potensi kenaikan debit air yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Kota Banjarmasin yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai kembali dikepung banjir rob dalam dua hari terakhir. Air pasang menggenangi ruas jalan utama hingga permukiman warga pada Jumat (02/01) dan Sabtu (03/01) malam.

Bahkan, ketinggian air di beberapa titik dilaporkan lebih tinggi dibandingkan banjir pada Desember lalu. Kondisi tersebut diperparah hujan dengan intensitas cukup tinggi yang turun pada malam hari.

Genangan air juga merendam kawasan Pasar Sudimampir. Ketinggian air diperkirakan mencapai bawah lutut orang dewasa, membuat aktivitas jual beli terganggu dan arus lalu lintas tersendat.

Di ruas Jalan depan Pasar Ujung Murung, kendaraan roda dua dan roda empat tampak berjalan perlahan menembus genangan. Sejumlah pengendara memilih ekstra hati-hati untuk menghindari mogok.

Hal serupa terjadi di Jalan Lambung Mangkurat. Meski drainase di kawasan tersebut baru selesai dibangun oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, genangan tetap muncul saat air rob naik.

Seorang warga yang melintas di kawasan Pasar Sudimampir, Fahrul (33), menyebut banjir rob tahun ini terasa lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Sekarang hampir tiap tahun airnya makin tinggi. Kalau dulu cuma membasahi jalan, sekarang sudah sampai bawah lutut. Saat jam ramai, macet, motor juga banyak yang mogok,” ujarnya.

Di wilayah Kelayan A, Banjarmasin Selatan, genangan air bahkan masuk ke rumah warga, langgar, hingga Masjid Al-Hikmah. Seorang warga setempat, Maryam, mengatakan air mulai naik sejak sore hari.

“Air mulai naik sekitar pukul lima sore. Kalau hujan turun lagi, biasanya air masih bisa bertambah,” katanya.

Menurut warga, genangan kali ini menjadi yang tertinggi dibandingkan sebelumnya, karena air tidak hanya berada di sisi jalan dekat sungai, tetapi menutup hampir seluruh badan jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, menjelaskan banjir rob terjadi akibat air pasang yang bertepatan dengan musim hujan.

Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas PUPR disebut telah melakukan berbagai langkah mitigasi, mulai dari perbaikan dan normalisasi drainase hingga pengerukan sungai dan kanal di sejumlah titik rawan banjir.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor menyebut pasang air dipicu oleh fase bulan purnama.

Kepala Stamet Syamsudin Noor, Otta Welly Jeni Tholla, menjelaskan bahwa pasang diprediksi berlangsung sejak 2 Januari hingga 9 Januari, dengan waktu pasang terjadi pada sore hingga malam hari.

“Pasang air laut diperkirakan terjadi antara pukul 16.00 hingga 22.00 Wita, dengan ketinggian maksimum mencapai sekitar 3,1 meter,” jelasnya.

Selain wilayah Banjarmasin dan pesisir Sungai Barito, pasang air laut juga berpotensi terjadi di wilayah pesisir Kalimantan Selatan lainnya, seperti Kotabaru dan Tanahbumbu. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com