BULUNGAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mulai menggeber percepatan pengembangan sektor pariwisata. Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang menilai daerah perbatasan ini menyimpan banyak destinasi unggulan, namun hingga kini belum ditopang infrastruktur yang layak untuk dijual ke pasar nasional maupun internasional.
Menurut Zainal, kekayaan alam Kaltara seharusnya mampu menjadi daya tarik wisatawan. Namun tanpa akses dan fasilitas pendukung, potensi tersebut berisiko hanya menjadi wacana.
“Sebetulnya kita punya banyak objek wisata yang bernilai jual tinggi. Persoalannya, belum semuanya siap dari sisi infrastruktur,” ujar Zainal saat memberikan keterangan, Selasa (06/01/2026).
Ia meminta Dinas Pariwisata Kaltara segera menyusun langkah konkret dan terukur untuk mengembangkan destinasi unggulan, agar pengelolaan pariwisata tidak berjalan sporadis.
Salah satu sorotan utama pemerintah provinsi adalah keberadaan dua goa alam yang hingga kini belum memiliki fasilitas dasar seperti area parkir pengunjung. Zainal mengungkapkan, kondisi tersebut menjadi catatan serius karena dapat menghambat kenyamanan wisatawan. “Kalau objek wisatanya mau dipromosikan, tapi pengunjung tidak punya akses dan tempat parkir yang layak, tentu itu tidak masuk akal,” katanya.
Ia menyebut telah berkoordinasi dengan camat setempat untuk menyiapkan lahan parkir sekaligus membenahi akses jalan menuju lokasi wisata tersebut.
Tak hanya wisata darat, potensi wisata bahari juga menjadi perhatian Pemprov Kaltara. Salah satunya adalah kawasan terumbu karang Malingkit di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, yang dinilai memiliki keindahan bawah laut berkelas.
Zainal mengakui, di sejumlah titik masih ditemukan jejak kerusakan ekosistem akibat praktik pengeboman ikan pada masa lalu. Namun pemerintah daerah berkomitmen memperketat pengawasan agar kerusakan tidak terus berlanjut. “Kerusakan itu kemungkinan besar terjadi puluhan tahun lalu. Sekarang pengawasannya akan kita perketat,” jelasnya.
Sebagai langkah pemulihan, Pemprov Kaltara berencana melakukan rehabilitasi terumbu karang dengan metode transplantasi fragmen karang hidup ke area yang rusak. “Nanti kita lakukan penanaman kembali karang hidup di titik-titik yang terdampak agar ekosistemnya pulih,” ucap Zainal.
Ia menambahkan, kondisi terumbu karang yang masih bertahan saat ini tergolong baik dan menjadi habitat berbagai jenis ikan hias. Pengalaman menyelam langsung di lokasi tersebut bahkan meninggalkan kesan mendalam. “Saya sempat menyelam cukup lama di sana, sampai oksigen hampir habis baru naik. Pemandangannya memang luar biasa,” tuturnya.
Pemprov Kaltara berharap, pembenahan infrastruktur wisata yang diiringi rehabilitasi lingkungan dapat menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus memperkuat identitas Kaltara sebagai wilayah perbatasan yang berdaya saing. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan