JAWA BARAT – Penemuan sesosok pria tak dikenal dalam kondisi tewas di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan KH Noer Ali, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, menggemparkan warga. Jasad korban ditemukan pada Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, tertutup tumpukan dedaunan kering, seolah sengaja disamarkan.
Belakangan terungkap, kematian pria tersebut bukan peristiwa alami. Kepolisian memastikan korban merupakan korban pembunuhan. Dua orang terduga pelaku bahkan telah diamankan, meski motif di balik aksi keji itu masih didalami penyidik.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan proses penyelidikan dilakukan secara intensif oleh Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota sejak laporan pertama diterima. “Penanganan kasus ini masih berjalan dan fokus pada pengungkapan kronologi serta motif pelaku,” ujarnya pada Selasa (13/01/2026).
Kasus ini terungkap secara tidak sengaja. Seorang warga berinisial D yang tengah berziarah di TPU Jakasampurna curiga setelah melihat bagian kaki manusia mencuat dari balik dedaunan. Saat didekati, saksi memastikan temuan itu adalah jasad seorang pria. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada pengurus makam dan diteruskan ke pihak RT serta kepolisian.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan tanda-tanda kekerasan yang kuat. “Pada leher korban terdapat bekas jeratan yang diduga menggunakan tali ikat pinggang. Selain itu, wajah korban mengalami memar dan terdapat bercak darah,” terang Budi.
Saat ditemukan, identitas korban belum diketahui. Korban mengenakan celana jins panjang dan kaus lengan panjang berwarna abu-abu. Di saku celana sebelah kiri, polisi menemukan sebuah pod vape yang kini dijadikan barang bukti.
Perkembangan signifikan terjadi ketika Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku. Keduanya diketahui memiliki hubungan pertemanan lama dengan korban. “Dua orang sudah diamankan dan masih kami dalami keterlibatannya,” kata Kasubdit Jatanras AKBP Abdul Rahim, Selasa (13/01/2026).
Meski pelaku telah ditangkap, polisi belum mengungkap motif pembunuhan tersebut ke publik. Penyidik masih menelusuri latar belakang hubungan korban dan pelaku, termasuk kemungkinan adanya konflik lama yang berujung fatal.
Kasus ini menambah daftar kejahatan serius di kawasan perkotaan dan menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan, bahkan di ruang publik yang dianggap aman seperti area pemakaman. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan