Gubernur Ria Norsan meminta pemeliharaan PLTU Bengkayang dipersingkat dari 54 menjadi 25 hari agar pasokan listrik Kalimantan Barat kembali stabil sebelum Natal dan Tahun Baru.
BENGKAYANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) mendesak percepatan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkayang dari semula 54 hari menjadi 25 hari menyusul keluhan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir. Percepatan tersebut diharapkan dapat memulihkan pasokan listrik sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru.
Desakan itu disampaikan Gubernur Kalbar, Ria Norsan, saat meninjau langsung proses pemeliharaan PLTU Bengkayang. Dalam kunjungan tersebut, ia meminta manajemen pembangkit dan PT PLN mempercepat pekerjaan perawatan mesin agar masyarakat tidak terlalu lama mengalami gangguan pasokan listrik.
“Masyarakat kan sekarang ribut kenapa listrik ini padam-padam, jadi kita untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat kita terhadap PLN,” tegas Gubernur.
Ria mengatakan, berdasarkan penjelasan yang diterimanya, pemeliharaan mesin membutuhkan waktu hingga 54 hari dengan target penyelesaian 5 Desember. Namun, ia meminta agar jadwal tersebut dievaluasi sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 25 hari.
“Kalau bisa di pertengahan November sudah selesai,” tambah Ria kepada pihak PLN, sebagaimana diberitakan sumber informasi pemerintah daerah, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, percepatan pemeliharaan menjadi penting untuk memastikan ketersediaan listrik menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada perayaan hari besar keagamaan, khususnya Natal dan Tahun Baru. Pemerintah daerah juga akan terus mengawasi perkembangan pekerjaan agar target pemulihan pasokan listrik dapat tercapai.
Dalam peninjauan itu, Ria menjelaskan bahwa pemadaman bergilir berkaitan dengan proses pemeliharaan menyeluruh atau overhaul pada mesin pembangkit. Perawatan tersebut merupakan bagian dari prosedur pemeliharaan berkala setelah mesin beroperasi selama tujuh tahun, bukan akibat kerusakan sistem secara mendadak.
Ia meminta masyarakat memahami kondisi tersebut dan tidak berspekulasi mengenai penyebab pemadaman. Meski demikian, pemerintah tetap mendorong pihak pengelola pembangkit agar mempercepat pekerjaan sehingga dampaknya terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
Sementara itu, Direktur Operasi PT PLN Indonesia Power, Muhammad Padang Dirgantara, menyambut baik perhatian Pemprov Kalbar terhadap kondisi kelistrikan di wilayah tersebut. Ia menjelaskan, PLTU Bengkayang memiliki peran penting dalam mendukung pasokan listrik pada Sistem Khatulistiwa.
Ketika kedua unit pembangkit beroperasi, PLTU Bengkayang mampu menyumbang sekitar 12 hingga 14 persen dari kebutuhan pada sistem kelistrikan tersebut. Karena itu, penyelesaian pemeliharaan secara optimal dinilai penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Kalbar.
Pihak PLN menyatakan akan mengupayakan percepatan pekerjaan agar pembangkit dapat kembali memberikan kontribusi maksimal. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan sekaligus mengurangi dampak pemadaman bergilir terhadap masyarakat.
Pemprov Kalbar berkomitmen terus memantau proses pemeliharaan hingga pembangkit kembali beroperasi secara optimal. Pemerintah juga meminta masyarakat bersabar selama pekerjaan berlangsung, dengan harapan pasokan listrik kembali stabil sebelum Natal dan Tahun Baru. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan