Melalui Symphony de Benuanta, Pemprov Kaltara mendorong promosi UMKM, perluasan akses informasi pembangunan di kawasan perbatasan, dan penguatan sinergi dengan TVRI.
TANJUNG SELOR – Perluasan akses informasi bagi masyarakat di kawasan perbatasan dan promosi produk lokal menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui program Symphony de Benuanta yang digelar Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) Stasiun Kaltara. Program tersebut diharapkan membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar sekaligus mendekatkan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Kaltara, Sapi’i, menyampaikan hal tersebut saat mewakili Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara dalam program khusus Kalimantan Utara Hari Ini (KUHI) di Studio Lapangan Agatis, Tanjung Selor, Jumat (23/10/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-5 LPP TVRI Stasiun Kaltara dan HUT ke-14 Provinsi Kaltara, sebagaimana diberitakan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kaltara, Jumat (23/10/2026).
Menurut Sapi’i, luasnya wilayah Kaltara membuat penyebaran informasi pembangunan menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan. Karena itu, media penyiaran dinilai memiliki peran strategis untuk memastikan warga tetap mendapatkan informasi mengenai program dan kegiatan pemerintah daerah.
“Promosi daerah kita kemas pada kegiatan Symphony de Benuanta ini. Mengingat wilayah Kaltara sangat luas dan teman-teman di wilayah perbatasan sangat membutuhkan informasi terkait kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemprov Kaltara agar mereka tetap merasa menjadi satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Sapi’i.
Selain memperluas akses informasi, program tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk unggulan Kaltara kepada khalayak yang lebih luas. Jangkauan siaran TVRI dinilai dapat menjadi sarana promosi bagi produk lokal, termasuk untuk membuka peluang pasar di tingkat nasional hingga internasional.
Sapi’i juga menyoroti pentingnya kolaborasi pemerintah dengan media penyiaran dalam mendukung perekonomian daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Melalui kerja sama tersebut, promosi potensi daerah diharapkan tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha maupun masyarakat.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa penyampaian informasi publik perlu mengedepankan prinsip check and balance. Pemberitaan mengenai pembangunan tidak cukup hanya memuat sudut pandang pemerintah, tetapi juga harus memberi ruang bagi aspirasi dan kebutuhan masyarakat agar informasi yang disampaikan tetap berimbang.
Pemprov Kaltara turut berharap jangkauan siaran TVRI dapat diperluas hingga wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses informasi atau blank spot, khususnya di kawasan perbatasan. Perluasan tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh informasi dari dalam negeri secara lebih mudah dan merata.
Momentum peringatan HUT ke-14 Kaltara pun diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam pembangunan daerah. Upaya memperluas akses informasi dan mempromosikan produk lokal diharapkan dapat mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Harapan kita bersama pada hari ulang tahun Provinsi Kalimantan Utara ini adalah terciptanya masyarakat Kaltara yang makmur, maju, dan berkelanjutan,” pungkasnya. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan