Disdikbud Kutim Siapkan Kepengurusan AGAMLI untuk Perkuat Literasi

Disdikbud Kutim menginisiasi pembentukan AGAMLI melalui FGD untuk mempersiapkan kepengurusan dan program kerja yang berfokus pada penguatan enam literasi dasar serta peningkatan peran guru sebagai penggerak literasi.

KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menginisiasi pembentukan Asosiasi Guru Motivator Literasi (AGAMLI) tingkat kabupaten untuk memperkuat kemampuan literasi masyarakat, khususnya enam literasi dasar. Pembentukan organisasi tersebut dipersiapkan melalui diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion (FGD) yang membahas susunan kepengurusan dan penyusunan program kerja agar asosiasi dapat segera menjalankan kegiatan di lapangan.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim, Selasa (20/10/2026), tersebut dibuka oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, mewakili Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman.

Mulyono mengatakan pembentukan AGAMLI merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, penguatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab Disdikbud, tetapi juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak.

“Kegiatan hari ini adalah pembentukan asosiasi guru motivator literasi di kabupaten. Tentunya kegiatan ini adalah sebuah kolaborasi dari semua stakeholder dalam meningkatkan literasi di Kutai Timur, terutama terkait dengan enam literasi dasar,” ujar Mulyono seusai membuka FGD Persiapan Pembentukan dan Pelantikan Pengurus AGAMLI tingkat Kutim.

Pembahasan dalam FGD tersebut difokuskan pada kesediaan peserta untuk bergabung dalam struktur kepengurusan organisasi. Selain pengurus, AGAMLI juga direncanakan memiliki dewan pembina dan dewan penasihat untuk mendukung pelaksanaan program.

Mulyono menjelaskan, forum tersebut tidak hanya membahas pembentukan struktur organisasi, tetapi juga menyusun program kerja sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan setelah kepengurusan terbentuk.

“Hari ini FGD-nya lebih fokus pada kesediaan para pengurus untuk menjadi pengurus maupun sebagai dewan pembina dan dewan penasihat. Serta menyusun program kerja, sehingga nantinya setelah ini mereka bisa langsung bergerak di lapangan,” jelasnya.

Melalui pembentukan AGAMLI, Disdikbud Kutim berharap para guru yang tergabung dalam asosiasi dapat berperan aktif sebagai penggerak literasi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Penguatan literasi tersebut diarahkan pada enam kemampuan dasar, yakni literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. Keenam aspek tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membahas pengembangan organisasi, Mulyono turut menyinggung peluang pemberian penghargaan kepada guru berprestasi. Menurutnya, apresiasi terhadap guru memiliki momentum tersendiri dan dapat diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Guru pada November mendatang.

“Kalau berbicara penghargaan guru, itu ada tersendiri momennya. Nanti bisa saja di bulan November, di Hari Guru, ada penghargaan diberikan, termasuk beberapa guru yang punya prestasi,” ungkapnya.

Mulyono berharap pembentukan AGAMLI dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarguru serta pemangku kepentingan dalam meningkatkan budaya literasi di Kutim.

Melalui organisasi tersebut, Disdikbud Kutim menargetkan penguatan literasi dapat dilaksanakan secara lebih terarah, berkelanjutan, dan menjangkau lebih banyak masyarakat, sekaligus mendorong peran aktif guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. [] (ADV)

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *