DPRD Kukar Rencanakan 20 Titik Hidran untuk Antisipasi Kebakaran di Tenggarong

DPRD Kukar mendorong pemasangan 20 titik hidran, pengadaan tandon air, dan perbaikan jaringan distribusi air untuk memperkuat penanggulangan kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.

KUTAI KARTANEGARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pemasangan 20 titik hidran di kawasan Danau Aji, Kecamatan Tenggarong, sebagai upaya memperkuat mitigasi kebakaran di permukiman padat penduduk. Rencana tersebut disertai usulan pengadaan tandon air dan perbaikan jaringan distribusi untuk mengatasi keterbatasan pasokan air saat pemadaman kebakaran.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) gabungan Komisi III dan Komisi IV DPRD Kukar bersama sejumlah instansi terkait di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kukar, Senin (12/10/2026). Rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, itu mengevaluasi penanganan kebakaran permukiman di Rukun Tetangga (RT) 33, Kelurahan Melayu, sekaligus membahas penguatan sarana penanggulangan kebakaran di kawasan rawan.

Andi Faisal mengatakan, rencana penguatan fasilitas tersebut merupakan tindak lanjut atas berbagai kendala yang disampaikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, terutama keterbatasan pasokan air saat menangani kebakaran berskala besar.

Selain persoalan teknis, DPRD Kukar juga menyoroti penolakan sebagian masyarakat terhadap pemasangan fasilitas penampungan air di kawasan permukiman. Kondisi tersebut dinilai memerlukan pendekatan persuasif agar upaya mitigasi kebakaran mendapat dukungan warga.

“Ketika memasang tandon berkapasitas 5.000 liter dan jaringan aliran air di zona-zona rawan, ternyata ada penolakan dari masyarakat. Karena itu, kami mengundang camat, lurah, dan forum RT agar masyarakat bisa diedukasi,” ujarnya.

Untuk mengatasi keterbatasan sarana pemadaman, DPRD Kukar meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar mengupayakan pengadaan sedikitnya dua hingga tiga unit tandon air di kawasan yang membutuhkan.

Sementara itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) diminta memperbaiki jaringan distribusi air agar pasokannya dapat menjangkau gang-gang sempit di lingkungan permukiman padat penduduk.

Menurut Andi Faisal, keterbatasan pasokan air menjadi salah satu hambatan dalam penanganan kebakaran sebelumnya. Sejumlah jaringan pipa dilaporkan tidak mengalirkan air sehingga proses pengisian ulang armada pemadam berlangsung lambat.

Selain pengadaan hidran dan tandon air, DPRD Kukar juga mengusulkan penyediaan kendaraan operasional berupa mobil pikap serta armada pemadam kebakaran berkapasitas kecil, sekitar 1.500 hingga 3.000 liter, untuk setiap kelurahan.

Armada berukuran kecil tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan awal kebakaran, khususnya di kawasan permukiman yang memiliki akses jalan terbatas dan sulit dijangkau kendaraan pemadam berukuran besar.

DPRD Kukar akan mengupayakan dukungan anggaran melalui pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Perkim Kukar juga diminta mengkaji kebutuhan sarana penanggulangan kebakaran di seluruh kawasan padat penduduk sebagai dasar penyusunan usulan anggaran tahun berikutnya.

Kajian tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada Kecamatan Tenggarong, tetapi juga mencakup wilayah kecamatan lain yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran serupa.

“Harapan kita, bukan hanya Tenggarong, tetapi 20 kecamatan juga mendapat perlakuan yang sama. Tidak ada yang tahu kapan musibah terjadi, sehingga mitigasi harus dievaluasi sejak dini,” katanya.

Andi Faisal menambahkan, DPRD Kukar juga berencana mengundang pihak perusahaan untuk membahas peluang dukungan terhadap penguatan sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dunia usaha, dan masyarakat, DPRD Kukar berharap penguatan infrastruktur pemadaman dapat dilaksanakan secara bertahap sehingga penanganan kebakaran di kawasan permukiman menjadi lebih cepat dan efektif. [] (ADV)

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *