Gambar Ilustrasi

40 Menit Mencekam, Bom Ledakkan 11 SPBU di Thailand

BANGKOK – Situasi keamanan di Thailand selatan kembali memanas setelah serangkaian ledakan bom mengguncang sedikitnya 11 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam waktu kurang dari satu jam. Insiden yang terjadi pada Minggu (11/01/2026) dini hari waktu setempat itu menyebabkan empat orang mengalami luka-luka.

Militer Thailand menyatakan bahwa rentetan ledakan tersebut terjadi hampir bersamaan di tiga provinsi paling selatan negara itu, yakni Narathiwat, Pattani, dan Yala, wilayah yang selama ini dikenal rawan konflik dan aksi kekerasan bersenjata.

Gubernur Narathiwat, Boonchauy Nomyamyen, mengungkapkan bahwa ledakan terjadi dalam selang waktu yang sangat singkat. “Ledakan berlangsung hampir serempak di sejumlah titik,” ujar Boonchauy kepada wartawan, seperti dikutip AFP.

Ia menjelaskan, sekelompok pria yang jumlahnya belum dapat dipastikan diduga menjadi pelaku serangan tersebut. “Para pelaku datang ke lokasi dan meledakkan bahan peledak yang menyebabkan kerusakan pada pompa bahan bakar,” katanya.

Akibat insiden itu, seorang anggota kepolisian, seorang petugas pemadam kebakaran, serta dua pegawai SPBU di Provinsi Pattani dilaporkan mengalami luka-luka. Seluruh korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

Menanggapi serangan tersebut, Komandan Militer wilayah selatan Thailand, Narathip Phoynok, mengatakan pihaknya telah meningkatkan status pengamanan di seluruh kawasan. “Kami telah menaikkan langkah-langkah keamanan ke tingkat maksimal, termasuk memperketat penjagaan di pos pemeriksaan jalan dan wilayah perbatasan,” ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menilai serangan tersebut memiliki dimensi politik. Ia menyebut badan keamanan menduga ledakan bom itu merupakan bentuk pesan atau tekanan yang waktunya bertepatan dengan pelaksanaan pemilihan umum lokal.

Menurut Anutin, serangan tersebut tidak mengarah pada upaya pemberontakan bersenjata. “Ini lebih menyerupai sinyal tertentu daripada upaya menggulingkan kekuasaan,” katanya dalam pernyataan terpisah.

Hingga kini, aparat keamanan Thailand belum menangkap satu pun pelaku. Otoritas juga belum mengungkap kelompok atau jaringan yang diduga berada di balik rangkaian serangan tersebut. Penyelidikan masih terus berlangsung, sementara aparat bersenjata disiagakan di berbagai titik strategis di Thailand selatan.

Rentetan ledakan ini kembali menegaskan rapuhnya situasi keamanan di wilayah selatan Thailand, yang kerap dilanda aksi kekerasan meski pemerintah pusat terus mengklaim upaya stabilisasi berjalan efektif. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com