KUTAI KARTANEGARA — Upaya pemerataan pembangunan wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat dorongan baru melalui masuknya Kawasan Pedesaan Agro-Ekowisata Separi Sejahtera ke dalam Misi 5 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar Idaman Terbaik 2025–2029. Kawasan ini akan menjadi salah satu prioritas dalam mewujudkan pengembangan dasar-dasar pembangunan kewilayahan yang berkeadilan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa kawasan Agro-Ekowisata Separi Sejahtera terdiri dari lima desa, yakni Kerta Buana, Buana Jaya, Bukit Pariaman, Suka Maju, dan Separi. Kelima desa tersebut disebut memiliki kekuatan komoditas unggulan, terutama aren dan kelapa, sekaligus potensi alam yang mendukung pengembangan wisata berbasis perkebunan dan lingkungan.
Menurut Taufik, integrasi antara sektor perkebunan dan pariwisata dinilai dapat menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat desa. Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas perkebunan, tetapi juga pada terbukanya peluang usaha baru melalui wisata kebun, wisata edukasi, hingga aktivitas budaya yang berakar pada kearifan lokal.
“Pengembangan kawasan ini harus memberi dampak adil bagi seluruh desa. Itu sebabnya kami mengusulkannya dalam Misi 5, karena prinsipnya adalah pemerataan pembangunan kewilayahan,” ucap Taufik di Tenggarong, Selasa (16/09/2025).
Saat ini tahapan pengembangan kawasan Agro-Ekowisata Separi Sejahtera tengah memasuki proses riset mendalam bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Disbun Kukar sedang menyusun peta rancangan pengembangan yang meliputi identifikasi potensi lahan, analisis komoditas, penataan ruang, jalur wisata, hingga peluang integrasi dengan sektor ekonomi kreatif.
Taufik menegaskan bahwa riset tersebut menjadi fondasi utama sebelum masuk pada tahap penataan fisik. Keakuratan peta pengembangan menjadi kunci agar intervensi program di lapangan dapat tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami sedang memfinalisasi riset untuk peta rancangan pengembangan. Jika tahap ini selesai dan anggaran disetujui, besar harapan kami pengembangan fisiknya bisa mulai direalisasikan tahun depan,” jelasnya.
Ia optimistis bahwa sinergi lintas sektor akan mempercepat proses pengembangan kawasan tersebut. Dengan kesiapan administrasi dan perencanaan yang matang, Agro-Ekowisata Separi Sejahtera diharapkan dapat menjadi contoh pembangunan berbasis potensi lokal yang produktif sekaligus berkeadilan, sebagaimana amanat Misi 5 dalam RPJMD Kukar.
“Ini bukan hanya pengembangan sektor, tetapi pembangunan wilayah yang menyentuh langsung masyarakat. Semoga tahun depan sudah bisa kita mulai di lapangan,” tutupnya. [] ADVERTORIAL
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Rasidah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan