BALI – Upaya penyelundupan narkotika ke Bali kembali terbongkar menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kali ini, jaringan pengedar mencoba memanfaatkan lonjakan aktivitas pengiriman barang untuk memasok ganja kering dan ekstasi dari Medan, Sumatera Utara, ke Pulau Dewata. Fakta ini menegaskan bahwa Bali masih menjadi target empuk peredaran narkoba, terutama saat momentum wisata dan hiburan meningkat.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali bersama BNNK Denpasar berhasil menggagalkan peredaran tersebut dengan mengamankan enam tersangka. Dari pengungkapan ini, petugas menyita ganja kering seberat 2.874,46 gram dan 101 butir ekstasi yang diduga kuat akan diedarkan di wilayah Bali saat pergantian tahun.
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali, Kombes Pol Sinar Subawa, mengungkapkan bahwa kasus ini berawal dari informasi strategis yang diterima dari BNNP Sumatera Utara. Informasi tersebut mengindikasikan adanya pengiriman narkoba dalam jumlah besar menuju Bali melalui jasa ekspedisi.
Menindaklanjuti informasi itu, Tim Pemberantasan BNNK Denpasar menerapkan metode control delivery. Hasilnya, dua pelaku berinisial BH (19) dan AD (29) berhasil diamankan di kantor jasa pengiriman TIKI, Denpasar, pada Minggu, 14 Desember 2025. Penangkapan ini menjadi pintu masuk bagi pengembangan jaringan yang lebih luas.
Penyelidikan berlanjut hingga petugas kembali menangkap dua tersangka lain, yakni BC (22) dan SD (24) asal Kalimantan Barat, pada Rabu, 17 Desember 2025. Dari tangan mereka, aparat menyita seluruh paket ganja dengan berat hampir tiga kilogram.
“Jadi, ada empat pelaku yang diamankan, sedangkan paketan ganja itu berasal dari Medan, Sumatera,” terang Kombespol Sinar Subawa, Selasa (23/12/2025).
Tak berhenti pada ganja, BNNP Bali juga mengungkap peredaran ekstasi sebanyak 101 butir pada 22 Desember 2025. Barang haram tersebut diketahui berasal dari jalur yang sama, yakni Medan, Sumatera Utara.
“Hingga kini, para pelaku masih dalam pemeriksaan, tersangka 2 orang,” ungkapnya.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa seluruh narkotika tersebut disiapkan untuk diedarkan di wilayah Denpasar saat malam pergantian tahun. Strategi ini kerap digunakan jaringan narkoba untuk memanfaatkan euforia dan tingginya permintaan selama Nataru.
“Paketan ganja dan ekstasi dari Medan itu rencananya akan digunakan saat perayaan tahun baru di Bali. Pengungkapan ini merupakan sebagai bentuk pengawasan agar perayaan Nataru aman dan kondusif,” tegas Kombes Sinar Subawa.
Sebagai langkah antisipasi, BNNP Bali memperketat pengawasan di seluruh jalur masuk Bali, termasuk darat, laut, dan udara. Pengamanan di pelabuhan penyeberangan seperti Gilimanuk juga ditingkatkan, disertai pengawasan ketat terhadap warga negara asing melalui profiling jaringan dan dukungan anjing pelacak K-9. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan